Kementerian PKP Gandeng Perguruan Tinggi Perkuat Penyaluran FLPP dan KPP

Avatar photo
Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP ,Sri Haryati ( foto: birkom pkp/ jay)
Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP ,Sri Haryati ( foto: birkom pkp/ jay)

Jakarta, SPN – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus memperluas strategi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Program Perumahan (KPP) dengan menggandeng perguruan tinggi.

Ekosistem perumahan hanya bisa tumbuh kuat melalui kolaborasi. Salah satunya keterlibatan Perguruan Tinggi yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Wakil Rektor bid Perencanaan ,Keuangan dan sumber daya UI, Ahmad Gamal ( foto: birkom pkp/ jay)
Wakil Rektor bid Perencanaan ,Keuangan dan sumber daya UI, Ahmad Gamal ( foto: birkom pkp/ jay)

Pemerintah menghadapi keterbatasan anggaran sehingga tidak mungkin seluruh kebutuhan perumahan masyarakat dipenuhi hanya dari APBN. Karena itu, kolaborasi lintas ekosistem menjadi kunci. “Kalau hanya mengandalkan APBN, pasti tidak cukup. Tapi kalau ada gotong royong dari Peguruan Tinggi, Perbankan, Swasta, Pengembang, Pemda, hasilnya jauh lebih besar.” ujar Ara di Jakarta, Jumat ( 26/9/2025)

Sebelumnya Kementerian PKP sudah banyak berkolaborasi dengan perguruan tinggi,salah satunya dengan Univetsitas Indonesia ( UI). Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati mengatakan, kalangan akademisi memiliki peran penting dalam mendukung ekosistem perumahan nasional, baik sebagai penerima manfaat maupun mitra strategis dalam riset dan pengembangan kebijakan

“Perguruan tinggi bukan hanya tempat belajar dan mengajar, tetapi juga pusat pemikiran dan inovasi. Kolaborasi dengan UI menjadi bukti nyata bahwa program perumahan dapat diperkuat melalui masukan akademis sekaligus menyasar pegawai dan tenaga pendukung universitas yang tergolong masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” kata Sri Haryati

Sri Hayati menjelaskan, selain menyalurkan rumah subsidi bagi pegawai UI, kerja sama ini juga membuka ruang bagi alumni, mitra, dan pelaku UMKM binaan universitas untuk ikut terlibat dalam ekosistem pembangunan perumahan. “Kami melihat bahwa dunia pendidikan memiliki stakeholder yang luas, mulai dari pengembang, kontraktor, hingga UMKM. Kehadiran mereka sangat relevan untuk mendukung keberlanjutan program FLPP dan KPP,” ucap Dirjen Sri.

Menurut Dirjen Sri, pemerintah ingin memastikan bahwa program perumahan tidak hanya berhenti pada tahap sosialisasi, melainkan dilanjutkan dengan monitoring dan tindak lanjut konkret bersama pihak universitas. “Dengan dukungan Rektor dan jajaran UI, kami berharap penyaluran FLPP dan KPP dapat berjalan lebih efektif sekaligus memberi masukan berharga bagi penyempurnaan kebijakan perumahan ke depan,” katanya.