AMBON, SPN – Pemerintah Kota Ambon terus memperkuat musik sebagai identitas daerah dan modal utama pembangunan ekonomi kreatif. Langkah ini sejalan dengan status Ambon sebagai City of Music yang ditetapkan UNESCO sejak 2019.

Pernyataan itu dikemukakan Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta saat membuka Lomba Jukulele Tingkat Kecamatan Sirimau Tahun 2026, menyongsong HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1026 serta HUT ke-451 Kota Ambon 7 September 2026, di Taman Budaya, Karang Panjang Ambon.
Ely Toisutta menyatakan musik bukan hanya warisan budaya, tetapi juga penggerak ekonomi dan pariwisata. Pemkot menargetkan ekosistem musik Ambon semakin kuat melalui pembinaan musisi lokal, festival, hingga fasilitasi industri kreatif.
“Musik adalah nafas Ambon. Kita harus jaga, rawat, dan kembangkan agar menjadi identitas yang mengangkat nama Ambon di kancah nasional maupun internasional,” ujar Wakil Wali Kota.
Olehnya itu, pengembangan musik jukulele diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat potensi serta kreativitas musik lokal di Kota Ambon.
Beberapa program yang digencarkan Pemda Kota Ambon di antaranya: pelatihan manajemen musik, dukungan studio rekaman, penyelenggaraan event musik rutin, dan kolaborasi dengan sekolah musik serta komunitas.
Pemda Kota juga mendorong musisi Ambon go digital agar karya mereka bisa menjangkau pasar lebih luas. Dengan penguatan ini, diharapkan musik Ambon bisa menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi anak muda.






