Sementara itu,Ketua Umum HMI Cabang Babel Raya, Okta Renaldi.Menambahkan bahwa kondisi rusaknya tata kelola timah hari ini merupakan akumulasi dari pembiaran dan kompromi jangka panjang yang menguntungkan segelintir elite namun merugikan masyarakat luas.
“PT Timah harus berani mengambil sikap tegas. Jangan lagi ada kompromi dengan pihak-pihak yang selama ini justru merusak sistem demi mengambil keuntungan pribadi,” tegas Okta.
Lebih lanjut, Okta mendukung penuh langkah-langkah tegas yang mendorong pembinaan terhadap penambang ilegal dan mitra nakal melalui pendekatan berbasis kedisiplinan militer. Ia menilai, pendekatan tersebut dapat menjadi shock therapy yang efektif dalam menumbuhkan kesadaran nasionalisme dan tanggung jawab kolektif terhadap masa depan sumber daya alam di Bangka Belitung.
“Langkah ini bukan semata bentuk hukuman, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter dan tanggung jawab kolektif. Kami berharap, PT Timah bersama seluruh pihak terkait dapat segera merealisasikan langkah-langkah strategis dan berani demi menciptakan tata kelola timah yang bersih serta berpihak kepada kepentingan rakyat bangka belitung,” tutur Okta.







