JAKARTA, SPN — Berasal dari wilayah kepulauan di utara Jakarta, Haikal Safikri membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan menjadi hambatan bagi generasi muda untuk berprestasi. Pemuda asal Pulau Tidung, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, itu berhasil terpilih sebagai salah satu finalis Duta Pemuda dan Olahraga (Duta Pora) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026.
Haikal tumbuh dan besar di Pulau Tidung. Lingkungan masyarakat kepulauan yang dekat dengan laut dan kehidupan sosial warga membentuk karakternya menjadi pribadi yang mandiri, peduli terhadap lingkungan, serta memiliki perhatian terhadap pengembangan generasi muda.
Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Kepulauan Seribu sebelum melanjutkan pendidikan tinggi pada Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA).
Di tengah aktivitas akademiknya, Haikal aktif mengembangkan kemampuan di bidang komunikasi publik, kepemudaan, dan kreativitas digital. Pengalaman tersebut mengantarkannya mengikuti berbagai kegiatan tingkat daerah, termasuk menjadi Finalis Abang None Kepulauan Seribu Tahun 2024.
Selain aktif dalam kegiatan kepemudaan, Haikal memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk memperkenalkan potensi Kepulauan Seribu kepada masyarakat luas.
Melalui berbagai konten di media sosial, ia membagikan cerita mengenai kehidupan masyarakat pulau, potensi wisata bahari, kegiatan sosial, hingga edukasi pengembangan diri.
Aktivitas tersebut membuat Haikal dikenal sebagai salah satu kreator muda Kepulauan Seribu yang konsisten membawa narasi positif tentang daerah asalnya.
Ia juga membangun ruang berbagi yang membahas komunikasi publik, public speaking, dan personal branding. Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana edukasi dan memberikan manfaat bagi banyak orang.
“Media sosial bukan hanya tempat mencari perhatian, tetapi ruang untuk menyebarkan inspirasi dan membawa cerita baik tentang Kepulauan Seribu kepada lebih banyak orang,” ujar Haikal.
Perjalanan Haikal hingga menjadi finalis Duta Pora DKI Jakarta 2026 tidak lepas dari berbagai pengalaman di bidang komunikasi, organisasi, dan kegiatan sosial yang terus ia jalani.
Ia berharap pencapaiannya dapat menjadi motivasi bagi anak-anak Kepulauan Seribu agar percaya diri mengembangkan potensi dan berani mengambil kesempatan di tingkat yang lebih luas.
“Saya ingin dikenal bukan karena banyak pengikut di media sosial, tetapi karena apa yang saya bagikan bisa memberikan manfaat dan membuka jalan bagi anak-anak pulau untuk berani bermimpi,” katanya.
Haikal menilai generasi muda Kepulauan Seribu memiliki peluang yang sama untuk berkontribusi bagi Jakarta. Dengan kreativitas, pendidikan, dan pemanfaatan teknologi, anak-anak pulau dapat bersaing serta menghadirkan karya yang berdampak.
Baginya, laut yang mengelilingi Pulau Tidung bukanlah batas perjalanan, melainkan jembatan yang mengantarkannya menuju panggung Jakarta untuk membawa nama Kepulauan Seribu. ***








