JAKARTA, SPN – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan lulusan perguruan tinggi di Indonesia harus menguasai keterampilan digital. Hal ini dinilai penting agar tenaga kerja muda mampu bersaing di pasar kerja era digital.
Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (01/09/2026) Menaker mengatakan, selain menguasai kompetensi sesuai bidang studinya, lulusan perlu memperkuat keterampilan digital seperti kecerdasan artifisial (AI), komunikasi, serta keterampilan lain yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Perkembangan teknologi berjalan sangat cepat. Lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan ijazah. Mereka harus punya keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan industri,” kata Menaker
Menurut Menaker, dunia kerja saat ini banyak menuntut kemampuan seperti analisis data, digital marketing, coding dasar, hingga penggunaan AI untuk produktivitas. Jika tidak dibekali sejak di kampus, lulusan akan kesulitan masuk ke lapangan kerja.
Untuk itu, Menaker mendorong perguruan tinggi bekerja sama dengan industri dan lembaga pelatihan untuk mengintegrasikan kurikulum berbasis digital. Pemerintah melalui Kemnaker juga siap bersinergi menyediakan program pelatihan dan sertifikasi kompetensi digital bagi mahasiswa dan fresh graduate.
“Kita harus pastikan lulusan kita tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga siap pakai. Keterampilan digital ini jadi kunci untuk menurunkan angka pengangguran terdidik,” tegasnya.
Menaker Yassierli menambahkan, penguasaan keterampilan digital juga sejalan dengan target pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dan transformasi ekonomi digital nasional.
Ia berharap Perguruan Tinggi terus memperkuat pembelajaran yang membekali mahasiswa dengan kompetensi sesuai bidang sekaligus keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.








