Eropa Berguguran! Siapa Korban Berikutnya di Piala Dunia 2026?

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, SPN – Piala Dunia 2026 mulai memakan korban dari kalangan tim elite Eropa. Dalam hitungan hari, dua raksasa harus mengakhiri perjalanan lebih cepat dari perkiraan.

Jerman menjadi tim besar pertama yang tersingkir. Die Mannschaft kalah dramatis dari Paraguay melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Belum reda kejutan itu, Belanda menyusul angkat koper. De Oranje menyerah dari Maroko lewat adu penalti setelah gagal mempertahankan keunggulan di waktu normal.

Kejatuhan dua kekuatan Eropa itu memunculkan pertanyaan baru. Apakah gelombang kejutan masih akan berlanjut di babak gugur?

Sponsored Banner Pulauseribu.co.id

Inggris nyaris ikut menjadi korban berikutnya. The Three Lions sempat tertinggal lebih dulu saat menghadapi RD Kongo dan berada di ambang eliminasi.

Beruntung bagi Inggris, Harry Kane tampil sebagai pembeda. Sang kapten mencetak dua gol pada babak kedua untuk membalikkan keadaan menjadi kemenangan 2-1 sekaligus mengantar timnya ke babak 16 besar.

Lolosnya Inggris belum sepenuhnya menghapus keraguan. Permainan pasukan Thomas Tuchel masih jauh dari meyakinkan, terutama dalam membongkar pertahanan lawan dan menjaga konsentrasi di lini belakang.

Kini sorotan beralih kepada Belgia, Spanyol, dan Portugal. Ketiga tim tersebut masih harus menjalani laga hidup-mati dengan tekanan besar sebagai unggulan.

Belgia ditantang Senegal yang dikenal memiliki fisik kuat dan permainan cepat. Sementara Spanyol harus menghadapi Austria, sedangkan Portugal berjumpa Kroasia dalam duel yang diprediksi berlangsung ketat.

Hasil yang dialami Jerman dan Belanda menjadi peringatan keras. Di Piala Dunia 2026, nama besar tidak lagi menjamin kemenangan ketika lawan bermain disiplin, efektif, dan berani mengambil risiko.

Babak gugur sejauh ini membuktikan satu hal. Piala Dunia 2026 sedang menghadirkan era baru, ketika tim-tim nonunggulan mampu mengguncang dominasi negara-negara besar dan mengubah peta persaingan menuju gelar juara.