DEPOK, SPN — Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa bersama Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Depok menggelar program edukasi bagi orang tua, caregiver, dan tenaga pendidik untuk meningkatkan kualitas pendampingan anak dengan spektrum autisme di Aula Perpustakaan Pemerintah Kota Depok, Sabtu (29/8).
Kegiatan bertajuk “Seni Membersamai Anak Istimewa: Wujudkan Kemandirian Holistik, Perkuat Resiliensi Caregiver” ini menghadirkan pembelajaran mengenai metode Applied Behavior Analysis (ABA), yakni pendekatan terapi perilaku yang membantu anak mengembangkan kemampuan belajar, komunikasi, dan kemandirian.
Koordinator Program ID Humanity Dompet Dhuafa, Priyanto Saputro, mengatakan penguatan kapasitas orang tua menjadi kunci agar anak berkebutuhan khusus dapat tumbuh lebih mandiri.
“Harapan besar kami, lewat program yang difasilitasi bersama PPDI Kota Depok ini, para orang tua bisa meningkatkan kapasitasnya menjadi guru sekaligus terapis bagi anak-anak mereka sendiri. Jadi, tingkat ketergantungan anak-anak istimewa kepada orang lain dapat berkurang secara bertahap, sehingga mereka siap untuk hidup mandiri di masa depan,” ujar Priyanto.
Program tersebut juga mendapat dukungan Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Sosial. Perwakilan PPDI Kota Depok, Natalina, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin dalam menghadirkan ruang belajar yang inklusif bagi keluarga penyandang disabilitas.
“Kami sangat mengapresiasi Pemerintah Kota Depok, khususnya Dinas Sosial, yang telah memberikan dukungan luar biasa atas kelancaran kegiatan ini. Melalui edukasi ini, para orang tua dan pengajar dapat lebih memahami metode pendampingan yang tepat sasaran,” kata Natalina.
Kegiatan diikuti secara antusias oleh para pengajar dan orang tua yang mendampingi anak-anak dengan spektrum autisme. Selain memperdalam pemahaman mengenai ABA, peserta juga memperoleh materi tentang pengelolaan emosi, pembentukan perilaku adaptif, serta strategi membangun kemandirian anak dalam kehidupan sehari-hari.
LPM Dompet Dhuafa menegaskan program Disabilitas Mandiri akan terus diperluas ke berbagai daerah setelah sebelumnya dilaksanakan di Bekasi dan kini hadir di Depok, sebagai upaya memperkuat literasi pengasuhan serta mewujudkan layanan pendampingan yang semakin inklusif di Indonesia. ***




