JAKARTA, SPN – Perum Bulog memastikan ketersediaan beras di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kondisi aman. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut stok beras di NTT per 1 September 2026 tercatat mencapai 24.134 ton.
“Saat ini, BULOG mengoperasikan 46 unit gudang di NTT dengan kapasitas sekitar 50.400 ton. Dari kapasitas tersebut, per 1 September 2026 stok beras yang tersedia di 46 gudang BULOG di NTT tercatat sekitar 24.134 ton,” jelas Rizal.
Rizal menambahkan, Bulog terus mengirimkan tambahan stok beras dari sejumlah wilayah untuk memperkuat ketersediaan di NTT. Pengiriman berasal dari Banten, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, serta Nusa Tenggara Barat.
Penyaluran ini juga gencar dilakukan untuk penanganan pasca-gempa di NTT. Bulog telah menyalurkan 1,32 juta kilogram beras ke masyarakat korban gempa dan memastikan bantuan akan terus dilakukan sesuai kebutuhan.
“Kalau memang masih butuh beras silakan diajukan tambahannya, monggo silakan diajukan lagi kuotanya kalau memang masih membutuhkan. Kami akan kirim sesuai dengan kebutuhan,” papar Rizal.
Secara keseluruhan, Bulog menyiagakan stok beras sebanyak 93.782 ton untuk penanganan pasca-gempa di NTT. Angka itu berasal dari ketersediaan di NTT sebesar 26.336 ton per 22 Agustus 2026 ditambah dukungan mobilisasi nasional 67.446 ton. Kebutuhan beras untuk penanganan bencana diperkirakan 1.890 ton untuk 14 hari masa tanggap darurat bagi 150.576 orang terdampak.
Bulog juga menjamin distribusi pangan berjalan cepat dan tepat sasaran melalui sinergi dengan pemerintah daerah di tujuh kabupaten/kota terdampak.
Tercatat, hingga 1 September 2026 gempa susulan di wilayah terdampak NTT tercatat mencapai 10.836 kali sehingga kebutuhan bantuan pangan masih menjadi perhatian utama pemerintah bersama Bulog







