Tangerang, SPN – Suasana berbeda terasa di kawasan D’Land’s PIK 2, Tangerang, pada Jumat (19/9), ketika rangkaian Sunset di Kebun Series 2026 Presented by Tring by Pegadaian menghadirkan Sunset di Pantai.
Sejak siang, pengunjung mulai berdatangan menikmati kawasan acara yang memadukan pertunjukan musik, aktivitas kreatif, kuliner, komunitas, hingga edukasi lingkungan.
Dari pantauan di lokasi, aktivitas pengunjung tidak hanya terpusat di panggung utama. Sejumlah area aktivitas kreatif dan komunitas juga menjadi titik yang ramai didatangi, sementara suasana pantai menjadi latar rangkaian kegiatan hingga matahari terbenam.

Acara yang diselenggarakan PT Mitra Natura Raya, bagian dari Dyandra & Co (Dyandra Media International Tbk/DYAN), tersebut berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 21.30 WIB.
Managing Director PT Mitra Natura Raya Marga Anggrianto mengatakan Sunset di Kebun dikembangkan sebagai wadah yang mempertemukan musik, kreativitas dan edukasi lingkungan dalam suasana ruang terbuka.
“Sunset di Kebun kami kembangkan sebagai sebuah platform yang mempertemukan musik, kreativitas, dan edukasi lingkungan dengan menikmati ruang terbuka,” ujar Marga dalam keterangannya sehari sebelum acara dihelat.
Konsep tersebut kemudian dibawa ke kawasan pantai melalui Sunset di Pantai dengan musik sebagai salah satu daya tarik utama yang dipadukan dengan aktivitas kreatif, edukasi, komunitas dan pesan kepedulian terhadap lingkungan.
Enam musisi tampil dalam acara tersebut, yakni Voxxes, Perunggu, Nadin Amizah, Sal Priadi, Raisa dan Juicy Luicy.
Voxxes membuka rangkaian pertunjukan pada pukul 14.40–15.10 WIB, kemudian Perunggu tampil pukul 15.30–16.20 WIB dan Nadin Amizah pukul 16.40–17.40 WIB.
Selanjutnya, Sal Priadi tampil pukul 18.00–19.00 WIB, disusul Raisa pukul 19.20–20.20 WIB dan Juicy Luicy sebagai penampil penutup pukul 20.40–21.40 WIB.
General Manager Event PT Mitra Natura Raya Abi Irawan mengatakan berbagai aktivitas disiapkan agar pengunjung memperoleh pengalaman yang lebih beragam selama berada di lokasi.
“Kami ingin pengunjung mendapatkan pengalaman yang lengkap sejak datang hingga acara berakhir. Karena itu, selain menghadirkan musik dengan karakter yang beragam, kami menyiapkan aktivitas kreatif, edukasi, komunitas, kuliner, dan berbagai program interaktif,” katanya.
Selain pertunjukan musik, perhatian terhadap isu lingkungan terlihat melalui sejumlah program edukatif yang menjadi bagian dari Sunset di Pantai.
Salah satunya adalah program Plant Heroes yang memperkenalkan Cryptocoryne ciliata, tanaman air dari famili Araceae yang dapat ditemukan di lingkungan pasang surut, perairan payau, muara sungai, lahan basah dan kawasan mangrove.
Pengunjung mendapat informasi mengenai peran tanaman tersebut dalam ekosistem pesisir, antara lain membantu menahan sedimen, mengurangi erosi, mendukung biota perairan serta membantu menyaring kelebihan nutrien di lingkungan perairan.
Sebanyak 500 tanaman Cryptocoryne ciliata disiapkan sebagai bagian dari program redemption atau suvenir bagi pengunjung.
Pesan lingkungan juga hadir melalui program Bike to Sunset yang mengajak masyarakat menggunakan sepeda menuju lokasi acara.
Program tersebut dikolaborasikan dengan komunitas bersepeda sebagai bagian dari upaya mendorong gaya hidup aktif sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pilihan transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Sementara melalui program Lestari, pengunjung dapat menemukan tempat sampah khusus botol plastik. Ada pula Paket Cinta, program interaktif yang memberikan ruang bagi pengunjung menyampaikan pesan secara positif dan santun.
Aktivitas kreatif
Tidak hanya musik, sejumlah aktivitas kreatif juga tersedia di area acara.
Pengunjung dapat mengikuti kegiatan seperti melukis, membuat kerajinan berbahan kulit kerang, resin coaster, flower crown, terrarium, beads accessories, art & craft, hingga flowers bar.
Beragam makanan dan minuman juga tersedia sehingga pengunjung dapat menikmati suasana acara sambil mencicipi pilihan kuliner yang disediakan.
Marga mengatakan keberagaman aktivitas tersebut menjadi bagian dari karakter Sunset di Pantai yang tidak hanya mengandalkan pertunjukan musik.
“Musik tetap menjadi bagian utama dari Sunset di Pantai. Akan tetapi, kami juga ingin menghadirkan berbagai elemen yang membuat pengunjung dapat menikmati waktunya lebih lama di lokasi. Ada aktivitas kreatif, komunitas, edukasi, kuliner, merchandise, hingga program yang membawa pesan tentang lingkungan,” ungkapnya.
Rangkaian Sunset di Pantai menjadi bagian dari Sunset di Kebun Series 2026, yang menggabungkan musik, kreativitas, komunitas dan edukasi lingkungan dalam konsep rekreasi ruang terbuka.
Kali ini, konsep tersebut dibawa ke kawasan pesisir PIK 2 dengan menghadirkan pengalaman menikmati musik sekaligus berbagai aktivitas kreatif dan edukasi lingkungan hingga matahari terbenam. ***










