JAKARTA, SPN – Perum Bulog memastikan cadangan beras nasional dalam kondisi aman meski ancaman fenomena El Nino ekstrem atau El Nino Godzilla masih membayangi hingga akhir 2026.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog saat ini mencapai 4,5 juta ton, bahkan sempat menyentuh puncak 5,4 juta ton di pertengahan September lalu.
“Alhamdulillah kita patut bersyukur, cadangan beras nasional aman meski di tengah ancaman El Nino. Stok kita sekarang 4,5 juta ton,” ujar Rizal seperti dikutip dari Antara, Selasa (13/10/2026).
Rizal merinci, realisasi pengadaan PSO Bulog secara keseluruhan telah mencapai 4.115.014 ton setara beras atau 102,88 persen dari target pemerintah 4 juta ton. Capaian ini berkat penyerapan gabah petani secara masif bersama Babinsa dan Babinkamtibmas sejak awal tahun.
Menurutnya, ketahanan pangan nasional masih sangat kokoh. Jika ditambah stok yang ada di masyarakat, warung, restoran, hingga hotel yang mencapai 10 juta ton, plus standing crop atau tanaman yang sudah ditanam, total ketersediaan bisa mencapai 24,5 juta ton.
“Kebutuhan makan orang Indonesia per bulan itu 2,2 juta ton. Kalau stok 10 juta + 10 juta + 4,5 juta = 24,5 juta ton. Jadi aman untuk 11 bulan ke depan. El Nino diperkirakan 6 bulan, jadi InsyaAllah pangan kita aman,” jelasnya.
Bulog juga menjamin harga beras tetap stabil di pasaran meski El Nino melanda. Dengan stok lebih dari 5 juta ton, Bulog memastikan tidak ada kenaikan harga di luar Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium Rp 12.500/kg dan premium Rp 14.900/kg.
Sebagai bentuk transparansi, Bulog kini membuka gudang-gudangnya untuk publik. Masyarakat, mahasiswa, hingga pelajar diperbolehkan mengecek langsung stok beras di gudang Bulog setelah melakukan pendaftaran.
“Zaman sekarang zaman keterbukaan. Biar masyarakat tahu kondisi beras kita betul-betul berlimpah dan swasembada pangan,” tegas Rizal.
Pemerintah bersama Kementan juga melakukan mitigasi El Nino melalui program pompanisasi dan penambahan alsintan agar produktivitas panen tetap terjaga.








