JAKARTA, SPN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui data aktivitas gempa bumi susulan pascagempa utama Magnitudo 7,7 di Flores. Hingga Senin (31/8) pukul 17.00 WIB, jumlah gempa susulan tercatat mencapai 10.442 kejadian.
Berdasarkan data BMKG, gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2, sedangkan yang terkecil M1,0.
Dari total kejadian tersebut, sebanyak 36 gempa memiliki magnitudo di atas 5,0 dan 161 gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah.
BMKG menjelaskan bahwa rangkaian gempa susulan masih merupakan bagian dari proses pelepasan energi akibat gempa utama yang mengguncang wilayah Flores.
Meski jumlahnya terus bertambah, pola aktivitas gempa mulai menunjukkan perubahan yang positif.
Dari hasil analisis grafik peluruhan (aftershock decay), BMKG menyebut frekuensi gempa susulan mulai memperlihatkan tren penurunan.
Kondisi ini mengindikasikan energi yang tersimpan pada zona patahan perlahan semakin berkurang sehingga intensitas gempa susulan diperkirakan akan terus menurun.
Meski demikian, BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan masih berpotensi berlangsung selama 3 hingga 4 minggu ke depan.
Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada tanpa panik, menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi, serta selalu mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan BMKG.
Data Gempa Susulan per 31 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB
- Total gempa susulan: 10.442 kali
- Magnitudo terbesar: 6,2
- Magnitudo terkecil: 1,0
- Gempa bermagnitudo di atas 5,0: 36 kali
- Gempa yang dirasakan masyarakat: 161 kali










