AMBON, SPN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan operator kapal di Maluku untuk waspada. Memasuki awal Agustus 2026, 9 wilayah perairan di Maluku berpotensi mengalami gelombang laut dengan ketinggian sedang.
Berdasarkan data BMKG, gelombang laut dengan ketinggian 1,25 – 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Pulau Buru, Perairan Pulau Ambon dan Lease, Perairan Selatan Maluku Tengah, Perairan Seram Bagian Timur, Perairan Pulau Gorom, Perairan Banda Neira, Bagian Utara Pulau Aru, Laut Banda serta Laut Maluku.
Sementara untuk gelombang tinggi 2,5 – 4 meter, berpotensi terjadi di Perairan Kepulauan Kei, Kepulauan Aru, Barat dan Timur Kepulauan Tanimbar, Pulau Babar, Sermata, Leti, dan Laut Arafuru.
Terkait dengan hal itu, BMKG menghimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir atau yang berencana melaut untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem ini. BMKG juga meminta operator pelayaran, terutama kapal-kapal kecil dan nelayan, agar mempertimbangkan kondisi gelombang sebelum melaut.
Kondisi laut yang tidak stabil dapat membahayakan keselamatan pelayaran, terutama di jalur logistik dan transportasi antar pulau di Maluku.
Masyarakat diminta terus memantau informasi cuaca terbaru sebelum beraktivitas di laut. BMKG akan terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan pembaruan secara berkala.





