JAKARTA, SPN – Kualitas udara di Jakarta kembali memburuk. Pada Senin (14/09/2026) pagi. Jakarta masuk kategori tidak sehat dan menduduki peringkat kedua sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.
Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pukul 06.00 WIB, Indeks Kualitas Udara atau AQI Jakarta berada di angka 137. Polutan utama adalah PM2.5. Angka tersebut masuk kategori “Unhealthy for Sensitive Groups” atau tidak sehat bagi kelompok sensitif. Artinya dapat merugikan manusia, hewan, dan tumbuhan yang sensitif.
IQAir merekomendasikan masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa keluar, gunakan masker dan tutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor.
“Jika berada di luar ruangan gunakanlah masker, kemudian menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor”.
Data real-time http://weather.com juga mencatat kondisi Jakarta saat ini berkabut atau haze dengan suhu 32°C.
Jakarta berada di posisi kedua kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Posisi pertama ditempati Kinshasa, Kongo.
Konsentrasi PM2.5 di Jakarta jauh di atas panduan WHO. Pada pantauan sebelumnya, konsentrasi PM2.5 mencapai 67-85 mikrogram per meter kubik, atau setara 15 kali lipat dari panduan tahunan WHO.
Kategori AQI :
– 0-50: Baik
– 51-100: Sedang
– 101-200: Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif
– 201-299: Sangat Tidak Sehat
– 300-500: Berbahaya.
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mencatat 5 titik pantau di Jakarta pagi ini berada di kategori sedang dengan indeks 63-90.
Warga terutama lansia, anak-anak, dan penderita penyakit pernapasan diminta lebih waspada.

