Ambulans Udara Papua Tengah Didukung Kementerian Kesehatan, Sasar Wilayah 3T

Kemenkes Dukung Ambulans Udara Papua Tengah Untuk Wilayah 3T. Helikopter Jemput Pasien Pedalaman Puncak Jaya, Intan Jaya.
Kemenkes Dukung Ambulans Udara Papua Tengah Untuk Wilayah 3T. Helikopter Jemput Pasien Pedalaman Puncak Jaya, Intan Jaya.

JAKARTA, SPN – Kabar baik untuk Papua Tengah, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi mendukung pengadaan ambulans udara untuk menjangkau wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T) yang selama ini sulit diakses.

Kepastian ini didapat setelah Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley bertemu Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus di Jakarta, baru baru ini.

Fokus utama program ini adalah evakuasi cepat. Selama ini warga di Kabupaten Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya, Deiyai, dan Dogiyai butuh berhari-hari untuk dirujuk ke RS di Nabire. Dengan helikopter, waktu tempuh dipangkas jadi hitungan jam.

“Ketika ada pasien di suatu wilayah, helikopter bisa menjemput dan membawa pasien ke rumah sakit,” ujar Deinas.

Kemenkes sendiri telah menyiapkan armada helikopter EC120B Colibri yang sebelumnya sudah disimulasikan bersama TNI AU di Bogor. Layanan ini akan diprioritaskan untuk ibu hamil yang butuh pertolongan persalinan darurat, korban kecelakaan, dan pasien patah tulang.

Dukungan ini merupakan bagian dari paket besar Kemenkes, termasuk pembangunan RS Provinsi Papua Tengah di Nabire dan rehabilitasi 54 Puskesmas dari total 117 yang ada. Ini adalah jawaban atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk pemerataan layanan kesehatan hingga ke pelosok.

Dengan adanya ambulans udara, diharapkan tidak ada lagi warga pedalaman Papua Tengah yang meninggal karena terlambat mendapat rujukan.

No More Posts Available.

No more pages to load.