Akhirnya Pulang! Kisah Dramatis 4 ABK MT Honour 25 Disandera Bajak Laut Somalia 150 Hari

Empat ABK WNI Kapal MT Honour 25 Tiba di Jakarta Selasa 6 Oktober 2026 Setelah 5 Bulan Disandera Bajak Laut Somalia. Disambut Haru Keluarga di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang.
Empat ABK WNI Kapal MT Honour 25 Tiba di Jakarta Selasa 6 Oktober 2026 Setelah 5 Bulan Disandera Bajak Laut Somalia. Disambut Haru Keluarga di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang.

JAKARTA, SPN – Momen haru terjadi Selasa (06/10/2026) di Bandara Soekarno-Hatta. Empat ABK WNI Kapal MT Honour 25 yang disandera bajak laut Somalia selama 5 bulan akhirnya resmi tiba di Jakarta dan menginjakkan kaki di Tanah Air pada Selasa malam.

Kepulangan ke empat awak kapal asal Indonesia ini, diketahui masing-masing adalah Ashari Samadikun kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Sulsel.

Kemudian, Adi Faizal 2nd Officer asal Kabupaten Bulukumba, Sulsel, Wahudinanto selaku Chief Officer asal Pemalang, Jawa Tengah dan Fiki Mutakin asal Bogor, Jawa Barat.

Keempatnya menjalani perjalanan panjang setelah berhasil ke luar dari penahanan para perompak Somalia usai melewati proses negosiasi melalui KBRI Nairobi di Kenya serta KBRI Islamabad dan KJRI Karachi di Pakistan.

Di Terminal VVIP Bandara Soetta para korban penyanderaan, disambut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono didampingi Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir.

Pada momen tersebut, sejumlah keluarga dan kerabat korban pun turut ikut menyambut dengan suasana haru. Bahkan, salah satu dari orang tua WNI ABK itu tidak kuasa menahan kesedihannya hingga tak sadarkan diri setelah melihat langsung anaknya terbebas dari insiden penyanderaan tersebut.

Dalam.kesempatan itu, Menko PMK Sugiono menyampaikan pemulangan WNI menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada warga negaranya.

Selain itu, pemerintah juga memastikan pemulihan fisik dan mental para korban berjalan optimal dengan memberikan perhatian penuh pada aspek kesehatan pasca-penyanderaan.
​
“Pada kesempatan ini, saya selaku Menko PMK ingin memastikan bahwa kelanjutan dari proses ini di mana perawatan kesehatan bagi saudara-saudara kita ini juga bisa terlaksana dengan baik,” katanya.
​
Atas keberhasilan pembebasan tersebut, Menko PMK Sugiono menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada berbagai pihak yang berjibaku selama proses penyelamatan.

Selain itu, apresiasi khusus ditujukan kepada Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Komisi I DPR RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaunde, serta seluruh unsur yang terlibat.
​
Sebelumnya, Pada 30 April lalu, Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah menyatakan empat WNI yang menjadi korban pembajakan kapal MT Honour 25 di Somalia dalam kondisi baik dan penanganan kasus masih berlangsung.

Awak kapal yang dibajak tersebut terdiri atas empat WNI, 10 warga Pakistan, seorang warga India, dan seorang warga Myanmar. Empat WNI tersebut diketahui berasal dari Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Kemlu juga telah mengambil langkah-langkah demi memastikan kebutuhan logistik para WNI yang disandera itu terpenuhi, serta gaji mereka tetap dibayarkan oleh pemberi kerja.

Koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai pihak di Somalia terkait pembajakan kapal yang berlangsung pada 22 April di perairan sekitar Hafun, bagian timur laut Somalia.

Penanganan kasus tersebut masih berlangsung dengan melibatkan otoritas setempat, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha terkait, dan tetap mengutamakan keselamatan para ABK

No More Posts Available.

No more pages to load.