Daerah  

Hujan Deras Picu Banjir di Sentul City, Pemerintah Evaluasi Pengalihan Alur Sungai

Avatar photo
PU gerak cepat menangani banjir yang melanda Cluster Spring Valley, Sentul City, Kabupaten Bogor (foto birkom pu)
PU gerak cepat menangani banjir yang melanda Cluster Spring Valley, Sentul City, Kabupaten Bogor (foto birkom pu)

JakartaKementerian Pekerjaan Umum bergerak cepat menangani banjir yang melanda Cluster Spring Valley, Sentul City, Kabupaten Bogor, Rabu (11/2/2026). Banjir terjadi setelah hujan deras dengan intensitas 64 mm dalam waktu sekitar tiga jam yang menyebabkan debit dua anak Sungai Citeureup meningkat signifikan.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Tim teknis langsung diterjunkan untuk melakukan identifikasi dan survei lapangan guna menentukan langkah penanganan yang tepat, termasuk pengerahan alat berat agar risiko banjir susulan dapat ditekan. (13/02/2026)

Penanganan dilakukan melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane yang berkoordinasi dengan pihak pengembang. Kepala BBWS Ciliwung Cisadane, David Partonggo Oloan Marpaung, menjelaskan bahwa peningkatan debit air dari wilayah hulu membawa material debris ke kawasan perumahan yang saat ini tengah dalam tahap pembangunan.

Menurutnya, alur sungai alami di kawasan tersebut telah dialihkan dan digantikan dengan box culvert. Namun, dimensi bangunan tersebut dinilai tidak memadai untuk menampung debit air dan material bawaan saat terjadi hujan ekstrem, sehingga menyebabkan luapan.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian PU meminta pengembang segera mengurus izin pemanfaatan dan pengalihan alur sungai sesuai ketentuan. Proses perizinan disebut dapat diselesaikan dalam waktu maksimal dua minggu apabila persyaratan teknis telah dipenuhi.

Box culvert yang terpasang rencananya akan dibongkar dan alur sungai dikembalikan ke kondisi alami. Jika diperlukan, pengembang juga diwajibkan membangun perkuatan tebing sesuai standar teknis untuk menjaga stabilitas aliran dan mencegah erosi. Alat berat yang telah berada di lokasi akan melanjutkan normalisasi serta perapihan tebing agar kapasitas aliran kembali optimal.

Kementerian PU menekankan pentingnya penerapan standar teknis dalam setiap pengelolaan ruang sungai, khususnya di wilayah hulu, guna meminimalkan risiko banjir. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak pengembang akan terus dilakukan agar penanganan berjalan cepat, tepat, dan sesuai regulasi, sekaligus mencegah kejadian serupa di masa mendatang.