Jakarta SPN – Penanganan dampak bencana hidrometeorologi di Aceh terus berlanjut. Seiring ditetapkannya masa transisi dari tanggap darurat ke pemulihan oleh Pemerintah Provinsi Aceh, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan dukungan infrastruktur dasar tetap berjalan secara berkelanjutan.
Status transisi pemulihan berlaku mulai 30 Januari hingga 29 April 2026 dan mencakup 14 kabupaten/kota terdampak, mulai dari Aceh Timur, Bireuen, Aceh Tenggara, hingga Aceh Barat dan Aceh Besar. Masa ini menjadi jembatan menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah memastikan layanan dasar kembali pulih agar aktivitas masyarakat bisa segera berjalan normal.
“Kami memastikan terus mendukung penanganan infrastruktur dasar di Aceh secara berkelanjutan. Saat ini fokus kami adalah memastikan infrastruktur konektivitas, air bersih, sanitasi, hunian sementara, dan fasilitas publik segera pulih agar masyarakat dapat kembali beraktivitas,” ujar Dody. Pada siaran pers, Minggu (01/02/2026)

Hingga 30 Januari 2026, penanganan telah dilakukan di 203 lokasi di Aceh. Sebanyak 103 lokasi sudah rampung dibersihkan, sementara 100 titik lainnya masih dalam proses, mencakup fasilitas umum, perkantoran, sekolah, rumah ibadah, pasar, dan fasilitas kesehatan.
Ratusan personel gabungan masih dikerahkan di lapangan. Sebanyak 815 personel PU dan BUMN bekerja bersama TNI serta masyarakat, didukung lebih dari 1.000 unit alat berat dan ribuan material kebencanaan.
Untuk kebutuhan dasar warga, Kementerian PU juga mengoperasikan ratusan sarana darurat air bersih dan sanitasi, mulai dari instalasi pengolahan air mobile, mobil tangki, hidran umum, hingga toilet darurat yang tersebar di wilayah terdampak.
Di sektor konektivitas, seluruh 38 ruas jalan nasional yang terdampak kini sudah kembali fungsional, termasuk dua ruas yang sempat dialihkan ke jalur alternatif. Dari 16 jembatan nasional yang sebelumnya terputus, seluruhnya telah kembali berfungsi, sebagian dengan jembatan darurat dan delapan lainnya sudah masuk tahap pembangunan permanen.
Pemulihan layanan air minum juga terus dikebut. Dari 71 SPAM terdampak di 10 kabupaten/kota, sebanyak 54 SPAM telah kembali beroperasi. Pembangunan sumur bor air dalam pun dilakukan secara bertahap untuk memperkuat pasokan air bersih masyarakat.
Selain itu, peningkatan layanan pengelolaan sampah dan sanitasi dilakukan di 11 TPA dan 10 IPLT. Total lebih dari 698 ton sampah dan lumpur bencana telah diangkut dari permukiman, fasilitas umum, hingga akses jalan utama.
Untuk warga yang kehilangan tempat tinggal, Kementerian PU membangun hunian sementara di 11 lokasi pada empat kabupaten. Sejumlah keluarga sudah menempati hunian yang selesai dibangun, sementara lokasi lainnya masih dikerjakan secara bertahap.
Pemerintah memastikan seluruh upaya ini menjadi bagian dari pemulihan jangka menengah Aceh agar masyarakat dapat bangkit dan beraktivitas kembali dengan aman.










