Sungai Air Dingin Ditangani Darurat, Warga Didorong Terlibat Lewat Padat Karya

Avatar photo
Menteri Dody Memberikan Keterangan Pada Saat Peninjauan (Foto : SPN Sumbar)
Menteri Dody Memberikan Keterangan Pada Saat Peninjauan (Foto : SPN Sumbar)

Padang SPN – Penanganan darurat Sungai Air Dingin di Kota Padang terus dikebut setelah banjir merusak alur sungai dan mengganggu irigasi warga. Saat meninjau langsung lokasi pada Kamis (29/1), Menteri PU Dody Hanggodo meminta pekerjaan normalisasi dilakukan lebih cepat dan tidak setengah-setengah.

“Kita percepat penyelesaiannya. Normalisasi sungai harus cepat. Kalau perlu, minta penyedia jasa bekerja 24 jam,” kata Dody di lokasi, sambil meminta Kepala BWS Sumatera V memastikan pekerjaan berjalan maksimal.

Menurutnya, Sungai Air Dingin tidak hanya berdampak pada banjir, tapi juga menyangkut pasokan air irigasi dan air bersih warga. Karena itu, penanganan darurat tidak bisa ditunda, apalagi musim tanam sudah di depan mata.

Kepala BBWS Kota Padang Memberikan Penjelasan Detail Terkait Sungai Dingin Padang (Foto : SPN Sumbar)
Kepala BBWS Kota Padang Memberikan Penjelasan Detail Terkait Sungai Dingin Padang (Foto : SPN Sumbar)

Di sisi lain, Dody juga menyoroti dampak ekonomi yang dirasakan warga pascabencana. Ia meminta agar penanganan darurat melibatkan masyarakat lewat program padat karya, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Arahan Presiden jelas, mata pencaharian masyarakat tidak boleh ikut putus. Karena itu kita pikirkan skema padat karya, supaya warga terdampak tetap punya penghasilan. Bisa dimulai saat pemasangan bronjong,” ujarnya.

Saat ini, normalisasi sungai sudah dilakukan sepanjang 2.439 meter, dengan perkuatan tebing sekitar 1.916 meter untuk melindungi Bendung Koto Tuo serta menahan sedimen dan kayu sisa banjir. Desain penanganan juga dilengkapi sand pocket dan groundsill untuk menjaga stabilitas alur sungai.

Dody menegaskan, meski luas sawah di kawasan ini sekitar 700 hektare, ketersediaan air tetap menjadi tanggung jawab pemerintah. “Saya tidak mau sawah yang masih produktif kekurangan air atau malah tidak ada air saat musim tanam,” tegasnya.

Untuk sementara, pasokan air irigasi dan air bersih masih dibantu dengan pompa agar kebutuhan warga tetap terpenuhi. “Ini bukan hanya soal sawah, tapi juga air bersih untuk masyarakat. Dua-duanya harus kita pastikan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BWS Sumatera V Padang Naryo Widodo menyebut penanganan tanggap darurat Sungai Air Dingin ditargetkan rampung sekitar tiga bulan. Sejumlah alat berat dan material sudah disiagakan di lokasi, mulai dari excavator, dump truck, hingga bronjong dan geobag.

“Harapannya, fungsi sungai cepat pulih, suplai air kembali normal, dan risiko banjir susulan bisa ditekan,” kata Naryo.