Jakarta SPN – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan konektivitas di Provinsi Aceh pascabencana banjir bandang dan longsor. Penanganan dilakukan pada 7 jembatan di ruas Batas Bireuen/Bener Meriah – Batas Bener Meriah/Aceh Tengah – Kota Takengon.
Hingga kini, 5 jembatan telah kembali fungsional, yakni Jembatan Alue Kulus, Jembatan Krueng Rongka, dan Jembatan Weihni Lampahan. Sementara itu, 2 jembatan lainnya, yaitu Jembatan Weihni Enang-Enang dan Jembatan Jamur Ujung, ditangani melalui pemasangan Jembatan Bailey.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan konektivitas jalan dan jembatan menjadi prioritas utama dalam kondisi darurat bencana.
“Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, akses harus tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” ujar Menteri Dody. Pada siaran pers di Jakarta, Kamis (15/01/26)
“Saat ini, ruas Batas Bireuen/Bener Meriah – Batas Bener Meriah/Aceh Tengah – Kota Takengon telah tembus secara fungsional melalui jalur alternatif. Jembatan Bailey Jamur Ujung tengah memasuki tahap uji beban sebelum dibuka secara penuh untuk lalu lintas.
Pemulihan juga dilakukan pada Ruas Geumpang – Pameue – Genting Gerbang – Simpang Uning. Segmen Geumpang–Pameue–Genting Gerbang sudah dapat dilalui kendaraan, sedangkan segmen Genting Gerbang–Simpang Uning dialihkan melalui jalan alternatif menuju Angkup. Pemasangan Jembatan Bailey di Jembatan Krueng Pelang ditargetkan fungsional pada 16 Januari 2026.
Pada ruas strategis lainnya, seperti Meureudu – Batas Pidie Jaya/Bireuen, akses kembali fungsional sejak 12 Desember 2025. Sementara itu, konektivitas Kota Bireuen – Batas Bireuen/Aceh Utara dipulihkan melalui Jembatan Bailey Krueng Tingkem berkapasitas 30 ton sejak 27 Desember 2025, serta jalur alternatif Awe Geutah sejak 19 Desember 2025.
Di wilayah tengah dan selatan Aceh, pemulihan dilakukan melalui penanganan longsor dan pemasangan jembatan darurat. Jembatan Bailey Krueng Beutong pada ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya – Lhok Seumot – Jeuram telah fungsional sejak 9 Januari 2026.
Konektivitas di wilayah pegunungan Gayo juga terus dijaga. Sejumlah ruas strategis telah kembali fungsional, termasuk penanganan longsor ulang pada awal Januari 2026 yang berhasil diselesaikan dalam waktu singkat.
Kementerian PU terus mempercepat penanganan darurat dan menyiapkan langkah penanganan permanen agar pemulihan konektivitas di wilayah terdampak bencana Aceh dapat berlangsung bertahap dan berkelanjutan.










