Pemulihan 52 Fasilitas Umum di Aceh Tamiang Capai 60 Persen

Avatar photo
Alat Berat Digunakan Dalam Proses Pemulihan Fasilitas Umum (Foto : Birkom PU)
Alat Berat Digunakan Dalam Proses Pemulihan Fasilitas Umum (Foto : Birkom PU)

Jakarta SPN— Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama BUMN Karya terus mempercepat pembersihan lumpur sisa banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang. Berdasarkan data penanganan per 2 Januari 2026, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis mencatat progres pembersihan lumpur pada 52 fasilitas umum yang mencakup fasilitas pendidikan, kesehatan, perkantoran pemerintahan, rumah ibadah, pasar, hingga fasilitas pelayanan publik lainnya telah mencapai 60 persen.

Menteri PU Dody Hanggodo dalam siaran persnya di Jakarta (7/1/2026) menyatakan percepatan pembersihan fasilitas umum menjadi prioritas agar aktivitas sosial, ekonomi, dan pelayanan publik masyarakat Aceh Tamiang dapat segera pulih. Pemerintah, kata dia, juga menyiapkan dukungan hunian sementara dan infrastruktur dasar lainnya agar masyarakat terdampak tidak berlama-lama berada dalam kondisi sulit dan proses pemulihan dapat berjalan secara menyeluruh.

Pembersihan Lumpur Dilakukan untuk Pulihkan Fasum (foto: birkom PU)
Pembersihan Lumpur Dilakukan untuk Pulihkan Fasum (foto: birkom PU)

Pembersihan difokuskan pada material lumpur sisa banjir bandang dengan ketebalan bervariasi antara 10 hingga 100 sentimeter yang menutupi bangunan dan halaman fasilitas umum. Dari total luas area terdampak yang ditangani sebesar 372.890 meter persegi, hingga kini telah dibersihkan 229.757 meter persegi atau lebih dari 60 persen dari total area terdampak.

Penanganan dilakukan pada 52 lokasi yang terdiri atas kantor pemerintahan, fasilitas keagamaan dan pendidikan keagamaan, fasilitas pendidikan formal, fasilitas kesehatan, pasar, fasilitas olahraga, serta fasilitas umum lainnya termasuk lokasi hunian sementara. Sejumlah fasilitas strategis seperti Terminal Tipe B Kuala Simpang, Pendopo Bupati, Polres Aceh Tamiang, RSUD Aceh Tamiang, Pasar Kuala Simpang, serta sejumlah masjid dan sekolah telah atau hampir kembali berfungsi.

Baca Juga :  Jasa Marga: Puncak Arus Mudik Diprediksi Terjadi Pertengahan Maret 2026

Untuk mendukung percepatan pekerjaan, Kementerian PU mengerahkan 1.064 tenaga kerja secara bertahap sesuai tingkat kerusakan dan luasan lumpur di masing-masing lokasi, dengan prioritas pada fasilitas pelayanan publik. Selain itu, berbagai jenis alat berat seperti excavator, dump truck, loader, dan water tank juga dikerahkan dengan dukungan BUMN Karya guna mempercepat pengangkutan lumpur dalam volume besar.

Kementerian PU akan terus melakukan monitoring harian terhadap progres pembersihan serta menyesuaikan kebutuhan tambahan tenaga kerja dan alat berat bila diperlukan, agar pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.