JAKARTA, SPN – Pemerintah menyiapkan transformasi kawasan Gelora Bung Karno (GBK) menjadi destinasi sport tourism berstandar internasional. Pengembangan tersebut diharapkan mampu menjadikan GBK sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata Jakarta.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan penataan kawasan GBK akan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan sejumlah entitas BUMN.
“Transformasi kawasan Gelora Bung Karno atau GBK harus dilaksanakan secara menyeluruh dan terintegrasi guna menghadirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jakarta. Pengelolaan kawasan akan melibatkan sejumlah entitas milik negara, antara lain InJourney dan Meru, dengan konsep pengembangan yang masih terus dimatangkan,” kata Rosan dikutip Senin, (29/6/2026).
Ia menambahkan, transformasi tersebut tidak hanya berorientasi pada pengembangan fasilitas olahraga, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
“Transformasi ini juga bertujuan memperkuat posisi Indonesia dalam sport tourism dan memperluas daya tarik pariwisata nasional, baik pada segmen mass market maupun high-end experience, dengan standar internasional,” ujarnya.
Berdasarkan data Pusat Pengelolaan Komplek GBK (PPK GBK), pendapatan kawasan GBK pada 2025 mencapai Rp812 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp566 miliar.
Pendapatan tersebut berasal dari berbagai aktivitas, mulai dari olahraga, kegiatan budaya, rekreasi, penyelenggaraan MICE, hingga berbagai acara komersial dan publik.
Melalui transformasi ini, kawasan GBK diharapkan semakin memperkuat posisi Jakarta sebagai kota penyelenggara berbagai ajang olahraga, hiburan, dan pariwisata bertaraf internasional, sekaligus menjadi salah satu penggerak ekonomi ibu kota. ***


