JAKARTA, SPN – Jakarta kembali menjadi tuan rumah Invitasi Pencak Silat Pelajar Nasional Tahun 2026 yang diikuti sebanyak 1.282 atlet dari 14 provinsi. Kejuaraan yang berlangsung di GOR Ciracas, Jakarta Timur, pada 10-11 Juli 2026 itu dibuka Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Andri Yansyah, Jumat (10/7).
Andri Yansyah mengatakan penyelenggaraan kejuaraan nasional tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pembinaan atlet usia pelajar sekaligus meningkatkan prestasi pencak silat Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
“Selamat bertanding kepada seluruh atlet. Junjung tinggi sportivitas, tampilkan kemampuan terbaik, dan jadikan setiap pertandingan sebagai langkah menuju prestasi yang lebih tinggi,” katanya.
Ketua Dewan Pertimbangan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Mayjen TNI (Purn.) H. Nachrowi Ramli mengatakan kejuaraan tersebut menjadi bagian penting dari sistem pembinaan atlet secara berjenjang untuk melahirkan pesilat-pesilat berprestasi.
Menurut dia, visi “Pencak Silat Mendunia, Menuju Olimpiade” yang diusung PB IPSI sejalan dengan harapan Presiden Prabowo Subianto agar pencak silat semakin diterima dalam sistem olahraga internasional. Visi tersebut, kata dia, bukan sekadar slogan, melainkan target yang dapat diwujudkan mengingat pencak silat telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.
“Tugas besar kita berikutnya adalah menjadikan pencak silat semakin diterima dalam sistem olahraga internasional hingga akhirnya dapat dipertandingkan secara resmi di Olimpiade. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan pembinaan yang berjenjang, kompetisi yang berkualitas, peningkatan prestasi atlet, penguatan organisasi, serta dukungan penuh dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Nachrowi.

Ia menambahkan, kebijakan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) juga membuka peluang bagi pencak silat untuk memperkuat pembinaan atlet melalui penerapan sport science, peningkatan kapasitas pelatih, serta pengembangan atlet sejak usia dini agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Nachrowi juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendukung pembinaan olahraga sekaligus pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. Menurut dia, Jakarta sebagai daerah khusus memiliki posisi strategis untuk menjadi etalase pengembangan pencak silat Indonesia di tingkat nasional maupun dunia.
Kejuaraan yang berlangsung hingga 11 Juli 2026 itu diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang mampu memperkuat prestasi Indonesia pada berbagai ajang internasional serta mendukung cita-cita menjadikan pencak silat sebagai cabang olahraga Olimpiade. ***

