JAKARTA, SPN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Administrasi Jakarta Selatan memberikan pelatihan mitigasi bencana dan penanganan kegawatdaruratan kepada 100 mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Kamis (9/7/2026).
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan peserta dalam menghadapi berbagai kondisi darurat, baik bencana alam maupun nonalam, melalui pembekalan materi dan simulasi lapangan.
Ketua PMI Kota Administrasi Jakarta Selatan, Mundari, mengatakan, pelatihan merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang memiliki kemampuan merespons situasi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
“Situasi darurat dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Karena itu, setiap individu perlu memiliki pengetahuan dasar mengenai langkah-langkah penyelamatan agar mampu bertindak tanpa kepanikan saat menghadapi kondisi yang mengancam keselamatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari mitigasi bencana, pertolongan pertama, assessment korban, triase, evakuasi gedung, penanganan kebakaran tahap awal, sistem komando penanganan darurat, hingga simulasi penanganan korban massal.
Menurutnya, koordinasi menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam operasi tanggap darurat karena dapat mempercepat proses penyelamatan sekaligus meningkatkan keselamatan petugas maupun korban.
“Melalui pelatihan ini kami ingin menumbuhkan budaya sadar keselamatan sekaligus meningkatkan kompetensi masyarakat dalam menghadapi potensi bencana,” katanya.
Salah seorang peserta, Andy Gumelar (22), mengaku pelatihan memberikan pengalaman baru karena materi yang disampaikan tidak hanya berupa teori, tetapi juga dipraktikkan melalui simulasi yang menggambarkan kondisi nyata di lapangan.
“Simulasinya sangat membantu kami memahami prosedur penanganan korban, proses evakuasi, hingga koordinasi antartim saat menghadapi situasi darurat,” pungkasnya. ***






