JAKARTA, SPN – Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PAM JAYA melalui kegiatan khitanan massal semakin tepat sasaran dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.
Tahun ini, kegiatan yang berkolaborasi dengan Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi DKI Jakarta itu berhasil menjangkau 2.445 anak di enam wilayah administrasi Jakarta atau melampaui target awal sebanyak 2.000 peserta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan program pelayanan kesehatan seperti khitanan massal masih sangat dibutuhkan masyarakat.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, BUMD, dan berbagai pemangku kepentingan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi warga.
“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Jumlah peserta mencapai 2.445 orang, melampaui target awal sebanyak 2.000 peserta. Ini menjadi evaluasi bahwa program pelayanan kesehatan seperti ini memang dibutuhkan masyarakat. Sinergi lintas sektor seperti inilah yang ingin terus kita bangun untuk menghadirkan manfaat nyata bagi warga Jakarta,” ujarnya saat penutupan khitanan massal di Balai Kota Jakarta, Rabu (8/7).
Keberhasilan program tersebut turut mengantarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meraih penghargaan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk penyelenggaraan khitanan massal dengan jumlah peserta terbanyak. Pramono menyebut penghargaan itu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
“Tahun depan Jakarta menyambut usia lima abad. Saya meminta kepada PAM JAYA agar mulai mempersiapkannya dari sekarang. Kalau bisa, jumlah peserta khitanan massal mencapai 5.000 anak. Semakin banyak program sosial yang lahir dari semangat gotong royong, semakin besar pula manfaat yang dirasakan masyarakat,” tandasnya.

