JAKARTA, SPN – Hasil uji coba bus listrik rute Jakarta–Yogyakarta yang disampaikan PT Kalista Nusa Armada (KALISTA) pada 25 Mei 2025 menunjukkan kendaraan listrik memiliki potensi untuk digunakan pada layanan angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP). Pengujian tersebut mencatat efisiensi energi dan biaya operasional yang dinilai mampu mendukung pengembangan transportasi jarak jauh berbasis listrik di Indonesia.
Direktur Utama KALISTA, Albert Aulia Ilyas, mengatakan uji coba tersebut menjadi salah satu pembuktian bahwa bus listrik tidak hanya cocok digunakan untuk transportasi perkotaan, tetapi juga dapat melayani trayek antarkota dengan dukungan perencanaan operasional yang matang.
“Uji coba ini membuktikan bahwa bus listrik juga bisa digunakan untuk trayek jarak jauh, asalkan didukung dengan perencanaan yang matang dan terstruktur,” kata Albert dilansir dari laman resmi KALISTA, Selasa (7/72026).
Sebelum uji coba operasional dilakukan, tim KALISTA terlebih dahulu melaksanakan road test di sepanjang rute Yogyakarta–Jakarta untuk memetakan kebutuhan perjalanan sekaligus menentukan lokasi paling optimal bagi pembangunan stasiun pengisian daya.
Hasil road test menunjukkan bus listrik mampu menempuh rata-rata sekitar 400 kilometer dalam sekali pengisian daya. Berdasarkan hasil tersebut, KALISTA menyiapkan tiga titik pengisian daya di Garasi Sumber Alam Yogyakarta, Rest Area Sumber Alam Ajibarang, dan Rest Area Sumber Alam Cikamurang. Seluruh fasilitas pengisian berkapasitas 200 kW sehingga proses pengisian baterai dirancang tidak melebihi satu jam dan dilakukan bersamaan dengan waktu istirahat perjalanan.
Dalam pengujian tersebut, tim operasional KALISTA menempuh rute Garasi Sumber Alam Yogyakarta–Pool Sumber Alam Kutoarjo–Rest Area Sumber Alam Ajibarang–Rest Area Sumber Alam Cikamurang–Pool Sumber Alam Pondok Ungu dengan total jarak 543 kilometer. Pengujian menghasilkan efisiensi energi rata-rata 1,5 kilometer per kWh atau setiap 1 kWh energi mampu digunakan untuk menempuh sekitar 1,5 kilometer.
Selain itu, penggunaan bus listrik diklaim mampu menekan biaya energi hingga 52 persen dibandingkan bus konvensional berbahan bakar diesel.
Bus yang digunakan merupakan bus listrik tipe coach sepanjang 12 meter dengan kapasitas baterai 303 kWh dan mampu mengangkut hingga 41 penumpang. Kendaraan tersebut dilengkapi berbagai fitur keselamatan, seperti sensor pintu darurat, alat pemadam api ringan (APAR), palu pemecah kaca, emergency exit, CCTV, kamera 360 derajat, dan sabuk pengaman.
Selama masa uji coba, KALISTA dan PT Sumber Alam Ekspres juga mengevaluasi sejumlah aspek, mulai dari jumlah penumpang, kenyamanan kendaraan, rata-rata jarak tempuh harian, hingga efisiensi biaya operasional. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam penyusunan model operasional bus listrik untuk trayek AKAP pada masa mendatang.
Menurut KALISTA, hasil uji coba ini diharapkan dapat mendorong percepatan transisi menuju transportasi antarkota yang lebih ramah lingkungan sekaligus menjadi referensi bagi operator AKAP lain yang ingin mengembangkan armada bus listrik di Indonesia. ***

