Kualitas Udara Memburuk: Tangerang Selatan Duduki Posisi Teratas, Bandung Salip Jakarta

oleh -5 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA, SPN – Kualitas udara di sejumlah kota besar di Indonesia kembali menunjukkan tren memburuk. Berdasarkan data pemantauan dari platform IQ Air pada Senin pagi (15/6), wilayah Tangerang Selatan dan sekitarnya berada di posisi teratas sebagai kawasan dengan tingkat polusi udara paling parah di tanah air. Tingginya angka polusi di beberapa kota bahkan tercatat telah melampaui ambang batas aman yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kawasan Serpong mencatatkan indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) tertinggi yang menyentuh angka 191, kemudian diikuti oleh wilayah Tangerang Selatan secara umum dengan skor AQI 190. Kedua wilayah penyangga ibu kota ini masuk ke dalam kategori tidak sehat yang dinilai berisiko tinggi memicu gangguan kesehatan massal. Kondisi tersebut sangat rentan memengaruhi kelompok masyarakat sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu yang memiliki riwayat penyakit saluran pernapasan.

Fenomena menarik juga terlihat pada pergeseran peringkat kota besar lainnya, di mana Kota Bandung terpantau menyalip tingkat polusi DKI Jakarta pada pagi hari yang sama. Bandung mencatatkan skor AQI sebesar 153 yang menempatkannya di posisi ketiga secara nasional. Sementara itu, DKI Jakarta berada di peringkat keenam dengan tingkat indeks kualitas udara di angka 122. Di antara kedua kota tersebut, terdapat Kota Semarang dengan AQI 128 dan Surabaya dengan AQI 125 yang menempati posisi keempat dan kelima. Setelah Jakarta, daftar tersebut dilanjutkan oleh Tangerang dengan AQI 108, Jambi dengan AQI 82, Palembang dengan AQI 80, dan Pekanbaru dengan AQI 62.

Selain tingginya angka indeks secara keseluruhan, konsentrasi partikel halus mikroskopis atau PM2.5 di kota-kota terpolusi ini juga menjadi sorotan serius para ahli kesehatan. Secara umum, kandungan PM2.5 di wilayah-wilayah tersebut berada di kisaran enam kali lipat lebih tinggi dari batas aman tahunan yang ditetapkan WHO. Jika terpapar secara terus-menerus dalam jangka panjang, partikel yang dapat menembus sistem paru-paru hingga aliran darah ini dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti asma, stroke, hingga kanker paru-paru.

Tingginya tingkat polusi di Tangerang Selatan sebenarnya bukan merupakan hal yang baru, mengingat wilayah ini sudah menjadi langganan kualitas udara buruk sepanjang tahun lalu. Kepadatan volume kendaraan bermotor, keberadaan kawasan industri, masifnya proyek pembangunan infrastruktur, serta faktor cuaca musiman disinyalir menjadi pemicu utama buruknya kondisi udara di sana. Di tengah kepungan polusi yang mendominasi Pulau Jawa akibat tingginya aktivitas ekonomi, kabar baik justru datang dari Kota Mamuju di Sulawesi Barat yang tercatat memiliki kualitas udara paling bersih dan sehat karena rendahnya tingkat urbanisasi dan industri.

Menyikapi situasi udara yang tidak sehat ini, para praktisi kesehatan mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan zona merah polusi untuk menunda atau membatasi aktivitas fisik di luar ruangan. Warga juga sangat disarankan untuk menggunakan masker pelindung yang mampu menyaring partikel halus serta memantau perkembangan kualitas udara secara berkala guna meminimalkan risiko dampak kesehatan yang merugikan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.