SMP Negeri 9 Pangkalpinang Direvitalisasi, Fasilitas Belajar Kini Lebih Representatif

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyampaikan sambutan pada peresmian revitalisasi SMP Negeri 9 Pangkalpinang, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia.

JAKARTA, SPN – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meresmikan hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 di SMP Negeri 9 Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang untuk pertama kalinya direvitalisasi sejak berdiri pada 1990.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan revitalisasi sekolah merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

“Program revitalisasi ini merupakan upaya pemerintah meningkatkan mutu layanan pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang lebih baik,” ujarnya dalam peresmian yang di gelar Jumat (3/7).

Salah seorang siswi SMP Negeri 9 Pangkalpinang, Naswa Amanda, mengaku senang dengan perubahan kondisi sekolahnya. Menurutnya, sebelum direvitalisasi sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan, bahkan sempat terjadi plafon roboh, serta fasilitas toilet dalam kondisi kurang layak.

“Sekarang sekolah menjadi lebih aman, nyaman, bersih, dan kegiatan belajar jauh lebih menyenangkan,” katanya.

Selain revitalisasi sekolah, Naswa juga menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang dinilai membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah sehingga dapat belajar lebih fokus.

Sponsored Banner Pulauseribu.co.id

Pada 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp99,3 miliar untuk merevitalisasi 101 satuan pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sementara pada 2026, disiapkan alokasi sementara Rp44 miliar untuk revitalisasi 49 satuan pendidikan yang masih dalam proses verifikasi.

Pemerintah juga terus memperkuat kualitas pembelajaran melalui Program Digitalisasi Pembelajaran. Pada 2025, sebanyak 288.865 perangkat Interactive Flat Panel (IFP) didistribusikan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, disertai pelatihan bagi guru dan dukungan akses internet, termasuk layanan Starlink bagi sekolah yang belum terjangkau jaringan.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berharap revitalisasi sarana pendidikan dan digitalisasi pembelajaran dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sekaligus mendorong terciptanya pendidikan yang lebih bermutu di seluruh Indonesia. ***