SOROWAKO, SPN – Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Sorowako, Luwu Timur, resmi beroperasi dan menjadi pusat ekonomi baru warga. Gerai yang berada tepat di depan Danau Matano itu kini mencatat pendapatan tembus Rp1 miliar dan 70 persen produknya berasal dari warga lokal.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang mengunjungi KDKMP Sorowako menyebut capaian itu sebagai model kemandirian ekonomi desa.
“Peralatan pascapanen akan memastikan hasil bumi tidak hanya dijual mentah, melainkan memiliki nilai tambah yang menguntungkan masyarakat,” ujar Ferry.
KDKMP Sorowako saat ini telah menghimpun sekitar 500 anggota dari total populasi desa 4.000 jiwa. Pemerintah menargetkan partisipasi terus meningkat.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan operasional koperasi mulai memperlihatkan perkembangan sesuai harapan. Penyaluran barang bersubsidi telah berjalan dan transaksi di gerai mulai berlangsung.
Sekitar 70 persen barang yang tersedia di gerai koperasi merupakan produk masyarakat lokal. Komposisi tersebut membuka peluang lebih besar bagi pelaku UMKM memasarkan produknya.
Dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2026 tentang Tata Kelola dan Operasionalisasi KDKMP, penyaluran barang bersubsidi semakin kuat. Koperasi menjadi infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan beras SPHP Bulog, LPG Pertamina, pupuk subsidi, hingga layanan bank Himbara, PNM, Pos Indonesia dan apotek Kimia Farma.
“Koperasi tidak mengambil ruang ekonomi rakyat, tetapi akan memperluas,” kata Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam.
Capaian KDKMP Sorowako kini menjadi langkah awal ekosistem ekonomi desa yang menghubungkan distribusi kebutuhan pokok, pemasaran produk UMKM, dan peningkatan nilai tambah hasil pertanian seperti lada dan vanili.






