JAKARTA, SPN – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memperkuat langkah antisipasi cuaca ekstrem dalam menghadapi angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Upaya ini menjadi prioritas untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap aman, lancar, dan selamat di tengah potensi lonjakan mobilitas akhir tahun.
Hal tersebut disampaikan Menhub Dudy dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Nataru 2026/2027 di Jakarta, Selasa (3/11/2026). Menurutnya, berdasarkan prediksi BMKG, potensi hujan intensitas tinggi, angin kencang, dan gelombang tinggi masih akan mewarnai periode Desember 2026 hingga Januari 2027.
Menhub menegaskan seluruh jajaran Ditjen Perhubungan Laut dan unit pelaksana di lapangan harus siaga 24 jam tanpa kompromi. Ia meminta pemeriksaan kelaiklautan kapal atau ramp check diperketat, pengawasan kelebihan muatan diperkuat, serta koordinasi real-time dengan BMKG, BNPB, pemerintah daerah, dan pengelola prasarana terus dilakukan.
Selain faktor cuaca, Kemenhub juga menyiapkan penambahan armada di lintasan padat Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk. Sebanyak 253 kapal penyeberangan disiapkan, ditambah armada darat 31.000 lebih bus, 2.670 kereta api, dan 368 pesawat untuk mengantisipasi pergerakan 119,5 juta orang yang diprediksi melakukan perjalanan Nataru.
Dudy juga mengidentifikasi enam faktor kunci keselamatan, meliputi kelaikan armada dan prasarana, kesehatan dan kompetensi awak, kecukupan kapasitas angkut, kesiapsiagaan SAR, pemetaan kawasan rawan banjir dan longsor, serta penyediaan jalur alternatif.
Untuk mendukung pengawasan, Kemenhub akan mengoperasikan Posko Terpadu Angkutan Nataru mulai 18 Desember 2026 hingga 6 Januari 2027 selama 20 hari. Menhub menegaskan target zero accident dan zero fatality harus dicapai. Keselamatan adalah harga mati dan menjadi prioritas utama dalam pelayanan Nataru tahun ini.








