JAKARTA, SPN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memberikan peringatan dini potensi banjir pesisir atau banjir rob yang mengancam wilayah pesisir utara Jakarta pada periode 25 Oktober hingga 1 November 2026.
Ancaman banjir rob dipicu fenomena pasang maksimum air laut yang terjadi bersamaan dengan fase bulan purnama dan perigee. BMKG memprakirakan kombinasi fenomena astronomi tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum secara signifikan. Kondisi ini memicu limpasan air laut ke daratan yang dapat mengganggu aktivitas harian dan mobilitas transportasi.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok memproyeksikan puncak pasang air laut maksimum terjadi pukul 10.00 hingga 14.00 WIB. Masyarakat di sepanjang kawasan pesisir Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diminta mengantisipasi.
Wilayah yang diimbau meningkatkan kewaspadaan meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, Muara Baru, Pasar Ikan, dan Tanjungan.
Dinas SDA DKI Jakarta menyiagakan 171 hingga 194 unit pompa stasioner di 56 hingga 71 lokasi di Jakarta Utara, plus pompa mobile dan Pasukan Biru. BPBD mengimbau warga menyiapkan langkah mitigasi dini, memantau http://bpbd.jakarta.go.id dan aplikasi JAKI, serta menghubungi 112 jika darurat. BMKG juga peringatkan gelombang 2,5-4 meter di sejumlah perairan Indonesia.










