JAKARTA, SPN – Hasil pengujian kualitas udara ambien dan tingkat kebauan di sekitar Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Menteng Atas, Jakarta Selatan, menunjukkan sejumlah parameter yang diuji berada di bawah baku mutu lingkungan.
Berdasarkan Laporan Hasil Uji Laboratorium Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta tertanggal 25 September 2026, pengujian dilakukan pada titik pantau di sekitar SMPN 145.
Parameter amoniak tercatat sebesar 0,01 ppm, sedangkan baku mutu yang digunakan sebesar 2,0 ppm. Sementara itu, hidrogen sulfida (H₂S) tercatat 0,001 ppm dari baku mutu 0,02 ppm.
Hasil tersebut menjadi salah satu data dalam melihat kondisi lingkungan di sekitar fasilitas pengolahan sampah tersebut.
Pengelolaan TPS 3R Menteng Atas merupakan bagian dari perubahan sistem pengelolaan sampah di Jakarta melalui Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
Kebijakan tersebut mendorong perubahan pola pengelolaan sampah dari angkut-buang menjadi pilah-angkut-olah. Pemprov DKI juga menargetkan sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang mulai 1 Agustus 2026 merupakan sampah residu.
TPS 3R Menteng Atas menjadi salah satu fasilitas yang dioptimalkan dalam skema tersebut. Saat ditinjau Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada 30 Juli 2026, fasilitas ini disebut mengolah sampah sebelum dikirim ke Bantargebang dan bekerja sama dengan pihak swasta.
Sementara itu, hasil pengujian lingkungan tersebut mendapat apresiasi dari kalangan mahasiswa.
Ketua Umum Mahasiswa Muda Transparansi (MMT), Abid Zahid Fadilah, menilai keterbukaan hasil pengujian lingkungan penting untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kondisi di sekitar fasilitas pengolahan sampah.
“Kami dari Mahasiswa Muda Transparansi (MMT) memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas kebijakan progresif yang digagas oleh Gubernur Pramono Anung. Adanya data uji laboratorium yang transparan seperti di sekitar SMPN 145 yang menunjukkan parameter amoniak dan H₂S jauh di bawah baku mutu membuktikan bahwa pengelolaan TPS 3R modern ini aman, terkendali, dan ramah lingkungan,” ujar Abid, kepada SPN, Senin (28/9/2026).
Menurut Abid, optimalisasi TPS 3R juga dapat mendukung upaya mengurangi beban TPST Bantargebang sekaligus mendorong pengelolaan sampah dari sumber.
Ia mengatakan mahasiswa siap ikut mengawal pelaksanaan kebijakan tersebut agar berjalan transparan dan melibatkan masyarakat. ***


