PIRU, SPN – Guna memastikan keadilan pelayanan publik hingga ke pelosok, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Provinsi Maluku, menggelar program Jemput Bola Administrasi Kependudukan (Jebol Adminduk) di Desa Manusa, Kecamatan Inamosol.
Desa Manusa dikenal sebagai salah satu desa terpencil di kawasan pegunungan SBB dengan akses jalan yang memprihatinkan. Kegiatan layanan langsung ke lapangan ini berlangsung selama dua hari, yakni 17 hingga 18 September 2026.
Meski harus mengarungi jarak jauh dan medan berlumpur, jajaran Disdukcapil SBB berkomitmen penuh menghadirkan negara hingga ke pelosok.
Dalam kegiatan Jebol Adminduk di Desa Manusa, seluruh jenis layanan administrasi kependudukan diberikan secara gratis dan berkas langsung dicetak di tempat. Layanan mencakup perekaman dan pencetakan KTP-el, Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, Akta Nikah, Akta Kematian, hingga Kartu Identitas Anak (KIA).
Keberhasilan program ini tak lepas dari kolaborasi solid antara Disdukcapil SBB, Pemerintah Desa Manusa, serta tokoh agama dan pihak gereja setempat.
Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten SBB, Julius Nahuway, menegaskan keterbatasan infrastruktur bukan alasan untuk tidak melayani.
“Walaupun jaraknya jauh dan kondisi jalan cukup memprihatinkan, hal itu tidak menyurutkan semangat saya beserta seluruh staf Dinas Dukcapil untuk hadir melayani dan memberikan rasa keadilan bagi masyarakat agar mendapatkan pelayanan yang baik dan memuaskan,” ujar Julius Nahuway.
Program ini mirip dengan yang sebelumnya dilakukan di Desa Kawa dan Buano, di mana warga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya transportasi laut Rp200-300 ribu hanya untuk mengurus dokumen ke Piru Ibu Kota Kabupatan SBB. Dengan Jebol Adminduk, warga Manusa yang bermukim di ketinggian 600 mdpl kini bisa mengurus dokumen tanpa keluar dari kampung.
Warga tampak antusias memanfaatkan layanan tersebut, terutama untuk pembuatan KK baru, akta kelahiran anak, dan perekaman KTP pemula.





