LOMBOK TENGAH, SPN – Perum BULOG Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat memastikan stok beras di NTB dalam kondisi aman dan mencukupi hingga 1 tahun ke depan. Kepastian itu disampaikan usai inspeksi mendadak di Pasar Renteng, Lombok Tengah, belum lama ini.
Pemimpin Wilayah BULOG NTB, Mara Kamin Siregar, memimpin sidak bersama Badan Pangan Nasional, Satgas Pangan Polda NTB, dan Dinas Perdagangan Lombok Tengah. Kegiatan ini dilakukan untuk memantau ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok.
“Alhamdulillah, stok kita sangat aman, bahkan cukup untuk satu tahun ke depan. Posisi beras kita saat ini mencapai 156 ribu ton,” ujar Mara Kamin di sela pemantauan harga.
Mara menegaskan BULOG tetap menjaga program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Untuk wilayah NTB, harga beras medium SPHP dipatok Rp12.500 per kilogram. Meski masa panen tahun ini tidak serentak di seluruh kabupaten/kota, BULOG terus melakukan pengadaan aktif untuk memperkuat cadangan pemerintah.
Selain beras, komoditas minyak goreng juga dipastikan aman. Stok minyak goreng BULOG NTB saat ini 307 ribu liter dan diprediksi cukup hingga Maret 2026. Pasokan terus didatangkan dari Surabaya dan dijual sesuai HET.
Dari hasil pemantauan di Pasar Renteng, harga sejumlah komoditas terpantau stabil. Beras medium BULOG Rp12.500/kg, beras premium Rp14.350/kg, Minyakita Rp15.700/liter.
Wakil Bupati Lombok Tengah M. Nursiah yang juga memantau Pasar Renteng menyebut harga cabai yang sempat Rp190.000/kg kini turun signifikan jadi Rp100.000/kg. Sementara komoditas lain seperti bawang, beras, dan minyak goreng stabil.
“Pemda akan terus memastikan agar masyarakat bisa berbelanja dengan tenang dan nyaman, dengan harga yang wajar dan terjangkau,” ujar Wabup.
Pasar Renteng sendiri berlokasi di Kecamatan Praya, Ibu Kota Lombok Tengah. Pasar ini memiliki 596 pedagang dan 495 unit kios di atas lahan 50 ribu meter persegi.







