PALEMBANG, SPN – Setelah sempat melonjak 128,63 persen pada Agustus 2026, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatera Selatan (Sumsel) malah terjun bebas pada September 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, jumlah wisman yang datang pada September 2026 hanya tercatat 1.072 kunjungan. Angka ini anjlok 50,23 persen dibanding Agustus 2026 yang mencapai 2.154 kunjungan.
Tak hanya secara bulanan, kunjungan wisman juga turun 40,50 persen jika dibandingkan September tahun lalu.
Meski begitu, secara kumulatif Januari-September 2026, total kunjungan wisman ke Sumsel masih tercatat 12.480 kunjungan. Angka ini justru naik 5,45 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.
Sementara itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumsel pada September 2026 tercatat 55,99 persen. Angka ini naik 2,24 poin dibanding Agustus, namun turun 1,13 poin dibanding September 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS RI, Ateng Hartono, menyebut penurunan kunjungan pada September dipengaruhi oleh beberapa faktor.
“Penurunan ini sejalan dengan berakhirnya puncak liburan sekolah dan libur HUT RI pada Agustus, yang juga disertai dengan kendala kabut asap karhutla serta adanya erupsi gunung berapi,” ujar Ateng di Jakarta.
Selain itu, kenaikan harga tiket penerbangan internasional juga menjadi penyebab wisatawan menunda perjalanan.
Tak hanya wisman, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Sumsel pada Agustus 2026 juga tercatat 2,14 juta perjalanan, turun 3,07 persen dibanding bulan sebelumnya.
BPS Sumsel berharap dengan berakhirnya musim kabut asap dan memasuki musim libur akhir tahun, kunjungan wisatawan ke Sumsel bisa kembali bangkit, terutama dengan promosi destinasi unggulan seperti Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, dan Danau Ranau.






