JAKARTA, SPN – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menyambut kepulangan kontingen Indonesia dari Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Dalam penyambutan di Jakarta, Menpora menegaskan fokus pembinaan selanjutnya adalah Olimpiade 2028 Los Angeles.
“Saya juga sampaikan, sekarang kita mulai fokus Olimpiade. Tahun 2028 waktu yang tidak terasa,” kata Erick Thohir kepada awak media pada acara penyambutan atlet di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Rabu (30/09/2026).
Kontingen Indonesia yang diperkuat 432 atlet telah menyelesaikan perjuangan di Asian Games 2026 yang berlangsung 19 September hingga 4 Oktober 2026 di Nagoya, Jepang. Indonesia mengakhiri kompetisi dengan capaian melampaui target di beberapa cabor unggulan.
“Terima kasih untuk seluruh atlet yang sudah berjuang dengan keberanian dan sportivitas. Perjalanan Asian Games masih panjang, tapi kita sudah dapat pelajaran berharga. Sekarang kita fokus selanjutnya ke Olimpiade,” kata Menpora Erick Thohir.
Menpora menjelaskan, target awal Kemenpora bersama KOI adalah 4 medali emas. Target tersebut berhasil dilampaui setelah cabor bulu tangkis menyumbang 2 emas lewat pasangan Leo Rolly Carnando / Daniel Marthin, serta 1 emas dari angkat besi. Pencapaian ini menjadi modal penting menatap Olimpiade.
Menurut Erick, pemerintah bersama KOI dan Chef de Mission akan segera melakukan evaluasi menyeluruh. Evaluasi tidak untuk menyalahkan, melainkan untuk memperkuat program pelatnas berkelanjutan jangka pendek, menengah, dan panjang menuju Olimpiade 2028.
“Target itu bukan sekadar angka di atas kertas. Ini komitmen bersama. Ketika hasilnya sesuai kita apresiasi, ketika belum sesuai kita evaluasi bersama. Itu bagian dari membangun olahraga yang lebih profesional dan terukur,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah tetap memberikan bonus Rp 3 miliar untuk peraih medali emas Asian Games 2026 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Bonus tersebut diharapkan menjadi motivasi atlet untuk terus menjaga fokus, disiplin, dan semangat juang menghadapi persaingan di level dunia.
Menpora juga memastikan dukungan penuh untuk atlet yang masih menjalani proses, termasuk lifter Rizki Juniansyah yang absen di Asian Games karena proses di CAS. Kemenpora bersama PABSI akan terus mengawal agar para atlet bisa kembali berprestasi di kancah internasional.








