JAKARTA, SPN – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, Rabu (16/9/2026) diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi melemah terbatas.
Berdasarkan data Trading View, rupiah pada perdagangan Selasa (15/9) ditutup melemah 0,14 persen ke level Rp17.694. Pada saat bersamaan, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama dunia naik 0,16 persen menjadi 99,62.
Selain rupiah, pelemahan juga dialami oleh baht Thailand yang turun 0,23 persen, ringgit Malaysia turun 0,16 persen, yuan China turun 0,07 persen, dan rupee India turun 0,41 persen. Hal yang sama dialami oleh won Korea yang turun 1,09 persen, dolar Taiwan turun 0,30 persen, dolar Singapura turun 0,19 persen, dan yen Jepang turun 0,51 persen. Sebaliknya, kinerja menguat hanya dialami oleh peso Filipina yang naik 0,04 persen.
Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan indeks dolar AS didorong oleh perang yang belum kunjung usai di Iran. Selain itu, analis memperkirakan perkembangan terbaru bakal memperburuk gangguan tambahan 4—5 persen terhadap pasokan global.
Selain itu, laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS hampir memastikan kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 bps pada pertemuan FOMC pekan ini. Headline CPI naik 0,4 persen secara bulanan pada Agustus, sementara CPI inti naik 0,3 persen pada periode yang sama.







