JAKARTA, SPN – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS pada perdagangan hari ini, Rabu 30 September 2026, masih berada dalam tekanan dan bergerak fluktuatif di level psikologis Rp18.000.
Berdasarkan data pasar, Rupiah pada penutupan Selasa (29/09) ditutup melemah tipis 3 poin (0,02 persen) ke level Rp17.981 per Dolar AS dari sebelumnya Rp17.978. Pada perdagangan intraday, Rupiah sempat terjerumus menyentuh Rp18.011 per Dolar AS, sebelum berbalik arah ke kisaran Rp17.900.
Memasuki Rabu pagi, data forex menunjukkan posisi terakhir di Rp17.940,5 per Dolar AS, sementara pembukaan pagi kemarin sempat di Rp17.997 per Dolar AS.
Proyeksi Hari Ini:
Mencermati dinamika global dan pengesahan APBN 2027, Rupiah untuk perdagangan Rabu (30/09/2026) diperkirakan masih bergerak fluktuatif namun berpotensi melemah di rentang Rp17.980 – Rp18.030 per Dolar AS. Sejumlah analis memproyeksikan kisaran Rp17.900 – Rp18.050 per Dolar AS.
Pemicu Pelemahan:
1. Eksternal: Indeks Dolar AS (DXY) menguat tipis ke 101,2, imbal hasil Treasury AS naik, dan harga minyak Brent naik 1,4 persen ke US$106,77 per barel akibat ketegangan di Selat Hormuz.
2. Domestik: Kekhawatiran keseimbangan fiskal pasca-pengesahan APBN 2027 (target pertumbuhan 6 persen ), serta meningkatnya permintaan valas importir jelang tutup kuartal III-2026.
3. Arus Modal: Keluarnya dana asing dari pasar modal.
Bank Indonesia merespons dengan menyiapkan triple intervention (spot, NDF, DNDF) dengan porsi intervensi spot sekitar 30 persen untuk menjaga cadangan devisa tetap kuat.
Kurs di bank nasional pagi ini: BCA e-rate beli Rp17.980 jual Rp18.000, TT counter jual Rp18.075; Mandiri special rate jual Rp17.995.










