JAKARTA, SPN – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Selasa (3/11/2026), diperkirakan bergerak terbatas.
Berdasarkan data Bloomberg pada penutupan Senin (2/11/2026) sore, rupiah ditutup melemah 9 poin atau 0,05 persen ke level Rp 18.156 per dolar AS dari sebelumnya Rp 18.147 per dolar AS.
Pelemahan juga tercatat pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia yang turun 0,13 persen menjadi Rp 18.161 per dolar AS.
Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih akan bergerak dalam rentang ketat hari ini di kisaran Rp 18.100 hingga Rp 18.200 per dolar AS.
Sentimen yang menekan rupiah berasal dari tingginya permintaan dolar untuk transaksi korporasi, keluarnya modal asing di pasar saham, serta ketidakpastian kebijakan suku bunga The Fed AS. Inflasi Indonesia Oktober 2026 yang dirilis BPS sebesar 3,23 persen juga menjadi perhatian pasar.
Kurs transaksi Bank Indonesia per 2 November 2026 ditetapkan: Kurs jual Rp 18.228,69 dan kurs beli Rp 18.047,31.
Pelaku pasar diimbau waspada volatilitas jelang rilis data PDB dan arah kebijakan The Fed pekan ini.










