JAKARTA ,SPN— Seorang kakek berusia 80 tahun duduk berselonjor di tenda pengungsian di depan Kantor Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2026).
Kipas angin terus berputar di sampingnya. Ia memilih lebih banyak diam setelah kebakaran menghanguskan rumah dan harta benda miliknya.
“Alhamdulillah selamat,” ucapnya singkat kepada PorosJakarta.
Bagi warga Kramat Pulo yang terdampak kebakaran, selamat dari kobaran api belum berarti persoalan selesai. Rumah yang menjadi tempat tinggal, pakaian, telepon genggam, hingga barang berharga yang dikumpulkan selama bertahun-tahun ikut terbakar.
Di pengungsian, warga dari berbagai usia berusaha bertahan dengan barang seadanya. Sebagian duduk di atas matras, sementara lainnya mulai memikirkan kebutuhan setelah kehilangan tempat tinggal.
Sumartinah, Ketua RT 14/RW 05 Kelurahan Kramat, masih mengingat bagaimana api dengan cepat mengepung permukiman warga.
“Saya udah enggak ngerti, enggak tahu bisa ketolong. Itu apinya muter. Habis semua, HP enggak ada. Semuanya,” ujar Sumartinah.
Meski kehilangan tempat tinggal, Sumartinah bersyukur kebutuhan makanan pengungsi masih tercukupi. Namun, kebutuhan pakaian dan perlengkapan anak-anak masih menjadi persoalan.
“Alhamdulillah, di pengungsian makan cukup. Cuma pakaian anak-anak yang kurang, sama perlengkapan,” katanya.
Kondisi serupa dirasakan anak-anak yang kini tinggal di pengungsian. Mereka harus menjalani aktivitas sehari-hari tanpa rumah dan barang-barang yang sebelumnya mereka miliki.
Salah satunya Ayu, siswi sekolah negeri yang rumahnya turut terdampak kebakaran.
Mardiah, perwakilan pihak sekolah, datang ke lokasi pengungsian untuk menjenguk korban. Ia kemudian bertemu dengan Ayu.
“Kami dari pihak sekolah di Jakarta Pusat. Kebetulan ada murid saya,” kata Mardiah.
Pertemuan keduanya berlangsung haru. Ayu menangis saat menceritakan kondisi rumahnya yang telah terbakar.
“Alhamdulillah, Bu, saya selamat,” ujar Ayu.
Namun, rumah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya sudah tidak tersisa.
“Tapi rumah habis semua. Enggak apa-apa, udah,” katanya.
Di sekitar lokasi kebakaran, sejumlah warga mulai mengumpulkan material yang masih dapat dimanfaatkan, seperti besi dan barang rongsokan. Beberapa pengepul juga terlihat datang membeli material sisa kebakaran.
Warga lainnya berdatangan untuk melihat kondisi keluarga dan kerabat yang terdampak.
Tenda pengungsian didirikan di depan Kantor Kelurahan Kramat. Tenda tambahan juga tersedia di area tanah kosong di bagian belakang, dilengkapi matras untuk tempat beristirahat.
Fasilitas pengungsian dan bantuan disiapkan BPBD, Dinas Sosial, serta Palang Merah Indonesia (PMI). Relawan bersama personel TNI dan Polri turut bersiaga melalui posko bersama.
Bantuan air bersih juga didatangkan PAM Jaya. Sementara bantuan sosial diberikan Bhayangkari Peduli Sektor Polsek Senen, Polres Metro Jakarta Pusat.

Bagi warga Kramat Pulo, hari-hari di pengungsian menjadi awal untuk kembali menata kehidupan setelah kebakaran menghanguskan tempat tinggal mereka. ***









