JAKARTA, SPN — Al-Allamah Al-Murobbi Al-Habib Umar bin Hafidz kembali ke Indonesia dalam rangkaian Rihlah Dakwah pada 10-13 Oktober 2026.
Ulama asal Tarim, Yaman, tersebut membawa tema penguatan hubungan ulama lintas generasi. Selain tabligh akbar, rangkaian kegiatan juga diisi pertemuan ulama, dai muda, akademisi, dan forum diskusi keilmuan.
CEO Majelis Al-Muwasolah, Habib Ahmad Muttaba Syahab, mengatakan Habib Umar dijadwalkan tiba di Indonesia pada Sabtu (10/10/2026).
“Insyaallah beliau sampai hari Sabtu, tanggal 10,” kata Habib Ahmad kepada SPN di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Menurut Habib Ahmad, setiap kunjungan Habib Umar ke Indonesia membawa tema khusus. Kali ini, kegiatan diarahkan untuk memperkuat hubungan ulama dari berbagai generasi.
“Untuk yang kali ini memperkuat tali hubungan ulama dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Selain ceramah terbuka, Majelis Al-Muwasolah menyiapkan Nadwah Ilmiah, yakni forum diskusi yang mempertemukan ulama, dai muda, akademisi, dan kalangan pesantren.
Materi diskusi mencakup berbagai persoalan keislaman, mulai dari fikih hingga tasawuf, disertai sesi tanya jawab dan siaran langsung.
“Jadi memang fokusnya kepada diskusi ilmiah. Ada tema-temanya, dari fikih sampai tasawuf, kemudian ada sesi tanya jawab,” kata Habib Ahmad.
Menuju Tabligh Akbar di Monas
Salah satu agenda utama adalah Tabligh Akbar bersama Majelis Rasulullah di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Senin (12/10/2026) malam.
Habib Ahmad memastikan kegiatan tersebut terbuka untuk masyarakat umum, baik laki-laki maupun perempuan. Panitia menyiapkan area jamaah secara terpisah.
“Betul, itu memang acara untuk umum. Silakan yang hadir, baik laki-laki maupun perempuan,” ujarnya.
Menurut Habib Ahmad, Habib Umar hampir setiap melakukan rihlah ke Indonesia berupaya menghadiri kegiatan Majelis Rasulullah yang memiliki hubungan erat dengan almarhum Habib Munzir Al-Musawa.
Panitia juga mendapat dukungan dari pemerintah Indonesia, pengelola Masjid Istiqlal, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Habib Ahmad berharap kehadiran Habib Umar membawa manfaat keagamaan sekaligus pesan perdamaian dan ketenteraman bagi masyarakat.
“Kedatangan Habib Umar itu diharapkan senantiasa membawa perdamaian, membawa ketenangan, dan membawa ketenteraman,” katanya.
Selain itu, panitia berharap kegiatan tersebut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui aktivitas UMKM selama acara berlangsung.
“Harapannya setiap event yang diadakan juga bisa menjadi magnet bagi perekonomian masyarakat sekitar,” ujarnya.
Untuk menjaga kenyamanan jamaah, panitia menyiapkan pengaturan akses, keamanan, pos kesehatan, serta pos darurat. Tim kebersihan juga disiapkan untuk membersihkan kawasan Monas setelah acara.
“Harapannya acara berjalan tertib, aman, nyaman, dan setelah selesai tempatnya kembali bersih,” kata Habib Ahmad.
Rangkaian Rihlah Dakwah tersebut diharapkan menjadi ruang penguatan keilmuan dan hubungan ulama lintas generasi, sekaligus membawa pesan kedamaian serta manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. ***



