Revitalisasi Waduk Kp Rambutan 1 Dimulai, Fungsi Ekologis Jadi Prioritas Dinas SDA

JAKARTA, SPN — Revitalisasi Waduk Kampung Rambutan 1, Jakarta Timur, telah dimulai sejak 26 Juni 2026. Penataan waduk seluas 4,8 hektare tersebut tidak hanya diarahkan untuk pengendalian banjir, tetapi juga pemulihan fungsi ekologis sekaligus penyediaan ruang publik bagi masyarakat.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin mengatakan, revitalisasi Waduk Kampung Rambutan 1 memiliki sejumlah fungsi utama, mulai dari pengendalian sumber daya air hingga penyediaan ruang sosial.

“Tujuan utama dilaksanakannya kegiatan Revitalisasi Waduk Kampung Rambutan 1 beserta Sarana dan Prasarana Pendukung adalah untuk mewujudkan adanya sarana pengendali sumber daya air untuk membantu mengurangi debit banjir, sebagai sumber air baku, dan sebagai ruang sosial/interaksi dan menjaga fungsi ekologis waduk,” ujar Ika kepada SPN, Senin, (14/9/2026).

Menurut Ika, waduk tersebut direncanakan memiliki luas maksimum genangan sekitar 1,8 hektare dari total kawasan 4,8 hektare. Keberadaannya ditargetkan mampu mengurangi banjir sebesar 13,78 persen pada daerah tangkapan air (DAS) Sungai Cipinang segmen Kampung Rambutan.

Perhitungan tersebut mencakup wilayah tangkapan seluas 25,52 kilometer persegi dan didasarkan pada debit puncak Q5.

Pekerjaan revitalisasi ini menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dengan pagu sekitar Rp58,54 miliar. Pekerjaan dimulai 26 Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada 15 Desember 2026.

Pekerjaan utama meliputi pembangunan retaining wall, spillway, pintu air, jalur pedestrian, jembatan, area mekanikal dan elektrikal, penanaman, pos jaga, amphitheater, sky deck, ramp, serta sarana pendukung lainnya.

Selain fungsi pengendalian air, kawasan Waduk Kampung Rambutan 1 juga dirancang sebagai ruang terbuka yang memperhatikan fungsi ekologis.

Ika menyebut, sejatinya kawasan Waduk Kampung Rambutan termasuk dalam kategori Taman Kecamatan berdasarkan Permen ATR/KBPN Nomor 14 Tahun 2022 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau.

Dalam ketentuan tersebut, komposisi ruang pada kategori tersebut diarahkan memiliki sedikitnya 80 persen tutupan hijau berupa tanaman atau vegetasi. Sementara tutupan nonhijau maksimal 20 persen dan harus menggunakan material yang ramah lingkungan.

Konsep penghijauan kawasan akan dilakukan melalui penanaman pohon, rumput, dan semak. Area tersebut juga akan dilengkapi jalur pedestrian, area bermain anak, amphitheater, sky deck, ramp, serta fasilitas publik lainnya.

Lokasi waduk juga memiliki akses yang relatif strategis karena berada dekat Terminal Kampung Rambutan, Stasiun LRT Kampung Rambutan, dan halte Transjakarta. Akses menuju kawasan dapat melalui Terminal Kampung Rambutan.

Kendati menjadi ruang publik, Dinas SDA DKI Jakarta menegaskan kawasan Waduk Kampung Rambutan 1 tidak secara khusus dirancang sebagai pusat kegiatan UMKM. Sebab berdasarkan pantauan SPN, area sejak berdirinya waduk KP Rambutan, kawasan selalu dipenuhi pemancing, pedagang kaki lima hingga area bermain layang-layang pada musimnya.

Lagi Ika mengatakan, secara umum, penataan Waduk Kampung Rambutan ditujukan untuk menghidupkan kembali fungsi ekologis.

“Revitalisasi Waduk Kampung Rambutan melalui solusi berbasis alam yang menyatu dengan kebutuhan rekreasi, konservasi dan edukasi masyarakat urban (tidak didesain secara khusus untuk kegiatan UMKM),” terangnya.

Dengan demikian, fasilitas publik yang dibangun diarahkan untuk memperkuat fungsi ekologis, rekreasi, konservasi, dan edukasi, bukan menjadikan kawasan waduk sebagai sentra ekonomi masyarakat.

Dinas SDA DKI Jakarta melalui operator dari Suku Dinas SDA Jakarta Timur juga akan melakukan upaya menjaga kualitas air waduk.

Selanjutnya pengendalian kualitas air dilakukan melalui pengoperasian IPAL Rambutan 1 dan IPAL Rambutan 3 yang sudah ada. Fasilitas tersebut digunakan untuk mengendalikan kualitas air limbah dari permukiman sekitar yang masuk ke waduk.

Selain itu, trash rack dioperasikan untuk menangkap sampah yang terbawa aliran Kali Cipinang agar tidak masuk ke badan waduk.

Saat ini, pemeliharaan kawasan juga didukung petugas keamanan, petugas kebersihan, dan tenaga taman.

Untuk menunjang aktivitas masyarakat, terutama pada sore hingga malam hari, kawasan akan dilengkapi penerangan berupa lampu taman dengan ketinggian sekitar empat meter serta lampu sorot.

Aspek keamanan juga diperhatikan melalui pembangunan pos jaga, penerangan kawasan, pagar pengaman pada jembatan, jalur pedestrian penghubung, area bermain anak, ramp, amphitheater, tangga, dan sky deck.

Setelah pekerjaan konstruksi selesai, penambahan personel keamanan juga direncanakan untuk mendukung pengawasan kawasan.

Lebih lanjut, revitalisasi Waduk Kampung Rambutan 1 diarahkan bukan sekadar memperbaiki infrastruktur pengendali air, tetapi mengembalikan fungsi waduk sebagai bagian dari ekosistem perkotaan sekaligus ruang publik.

“Secara umum, penataan Waduk Kampung Rambutan ditujukan untuk menghidupkan kembali fungsi ekologis Waduk Kampung Rambutan melalui solusi berbasis alam yang menyatu dengan kebutuhan rekreasi, konservasi dan edukasi masyarakat urban (tidak didesain secara khusus untuk kegiatan UMKM),” tandasnya. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.