JAKARTA,SPN – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima Jakarta Award dari organisasi kemasyarakatan Masyarakat Madura Asli Nusantara (MADAS Nusantara) atas upayanya menata Pasar Subuh Kramat Jati, Jakarta Timur, yang selama puluhan tahun aktivitas perdagangannya meluas hingga ke badan jalan.
Penghargaan tersebut diberikan dalam acara konsolidasi dan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 MADAS Nusantara di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (25/10/2026).
Kedatangan Pramono disambut tarian tradisional Betawi, termasuk pertunjukan Lenggak Lenggok Si Burung Merak, sebagai suguhan selamat datang dalam acara yang dihadiri jajaran pengurus MADAS Nusantara, tokoh nasional, serta sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah.
Ketua Umum MADAS Nusantara Jusuf Rizal mengatakan, Jakarta Award diberikan sebagai bentuk pengakuan atas langkah Pramono menyelesaikan persoalan lama di Ibu Kota, termasuk penataan Pasar Subuh Kramat Jati yang mayoritas pedagangnya berasal dari Madura.
“Gubernur yang bekerja dengan ikhlas, tanpa ego masa lalu, menyelesaikan persoalan tiang monorel di Jalan Rasuna Said yang sekian tahun tidak selesai. Satu lagi, beliau mampu menata Pasar Subuh di Kramat Jati yang mayoritas pedagangnya orang Madura dan hampir 30 tahun tumpah ke jalan,” ujar Jusuf Rizal.
Dalam sambutannya, Pramono menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang belum tuntas dari pemerintahan sebelumnya.
Menurut dia, pembenahan Jakarta perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kepentingan masyarakat.
“Sebagai gubernur, saya ingin menyelesaikan berbagai persoalan yang belum selesai sebelumnya dari gubernur-gubernur sebelumnya,” kata Pramono.
Selain penataan Pasar Kramat Jati, Pramono menyampaikan rencana pembenahan Taman Puring, Jakarta Selatan, termasuk penataan pasar yang pernah terbakar.
Pemprov DKI berencana memfasilitasi para pedagang, termasuk pedagang asal Madura, agar tetap dapat menjalankan usaha di lokasi yang lebih baik tanpa kehilangan mata pencaharian.
“Kami akan melakukan penataan Taman Puring. Pasar yang terbakar, kemudian masyarakat atau pedagang Madura akan kami pindahkan tanpa ditutup. Kami akan fasilitasi mendapatkan tempat yang lebih baik supaya mereka bisa bekerja dengan lebih baik,” ungkap Politisi PDI Perjuangan itu.
Pramono juga mengungkapkan rencana menjadikan sebagian kawasan Taman Puring sebagai taman ramah disabilitas. Menurut dia, penyediaan ruang publik yang inklusif menjadi salah satu kebutuhan Jakarta agar fasilitas kota dapat diakses lebih luas oleh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Selain itu, Pramono memaparkan sejumlah upaya penyelesaian persoalan lama di Jakarta, mulai dari penanganan tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said hingga rencana pembenahan area di belakang Gedung DPRD DKI Jakarta. Dia mengatakan, langkah tersebut membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk DPRD dan pemerintah pusat.
Pramono turut menyinggung penyelesaian persoalan Rumah Sakit Sumber Waras yang disebutnya berpotensi menimbulkan persoalan hukum apabila tidak dituntaskan.

Dia menyampaikan bahwa dukungan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad turut membantu proses penyelesaian persoalan tersebut. Pemprov DKI selanjutnya berencana membangun rumah sakit internasional di kawasan itu.
Dalam sambutannya, Pramono juga menyampaikan perkembangan pembangunan Masjid Apung Ancol yang kini telah rampung setelah sebelumnya sempat terhenti. Masjid tersebut diharapkan menjadi salah satu ikon baru di kawasan Ancol.
Sementara itu, terkait Jakarta International Stadium (JIS), Pramono menyoroti peningkatan konektivitas kawasan melalui jembatan penghubung menuju Ancol dan layanan kereta rel listrik (KRL).
Konektivitas tersebut, kata dia, mendukung mobilitas penonton dan pengaturan parkir saat berlangsungnya pertandingan olahraga maupun konser berskala besar.
Pada kesempatan yang sama, MADAS Nusantara juga memberikan Jakarta Award kepada Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR), KH Lutfi Hakim. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan di Jakarta.
Jusuf Rizal mengatakan, FBR dinilai konsisten membantu pemerintah dalam menjaga keamanan serta mendorong kolaborasi antarorganisasi kemasyarakatan.
“Beliau sangat konsisten membantu keamanan, membantu pembangunan, dan organisasinya tidak membuat masalah. Beliau mendorong kolaborasi di antara ormas agar mampu membantu Pemerintah DKI mewujudkan cita-cita menyejahterakan masyarakat Jakarta,” tambah Jusuf Rizal.
Jakarta Award juga diberikan kepada Ketua Umum Koperasi Wahana Kalpika (KWK) Taufik Anzhar atas peran organisasi tersebut dalam mendukung layanan transportasi di Jakarta melalui kolaborasi dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).
Acara konsolidasi dan HUT ke-2 MADAS Nusantara tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden Qodari, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Ahmad Azhar, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta Abdul Khalid, Asisten Pemerintahan Sekda DKI Jakarta Sigit, serta Wali Kota Jakarta Pusat.
Menutup sambutannya, Pramono menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Madura atas kontribusi mereka dalam kehidupan sosial dan ekonomi Jakarta.
Dia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan terus diperkuat untuk mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga Ibu Kota. ***










