JAKARTA, SPN — Salah satu peserta International Grand Imam Conference (IGIC) 2026, H. Febrianto, M.Si., mengapresiasi penyelenggaraan forum yang mempertemukan para imam dan tokoh Islam tersebut. Menurutnya, IGIC menjadi momentum untuk mengangkat kembali peran imam masjid di tengah kehidupan masyarakat.
Bendahara Umum Pimpinan Wilayah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (PW IPIM) Banten itu menilai imam masjid kampung memiliki posisi penting dalam menjaga ketenangan, memperkuat silaturahmi, serta membangun kehidupan keagamaan di tingkat masyarakat.
“Imam masjid kampung adalah para penjaga cahaya dan penyejuk kesunyian di bilik-bilik waktu yang sering terlupakan,” kata Febrianto saat berbincang-bincang dengan SPN.
Menurut dia, pengabdian seorang imam tidak selalu terlihat dari panggung besar maupun kemegahan masjid. Justru, kata Febrianto, keteladanan dan keikhlasan para imam yang hadir langsung di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan umat.
Febrianto menyebut para imam kampung kerap menjadi tempat masyarakat mencari nasihat dan penyelesaian ketika menghadapi persoalan sosial. Mereka juga berperan menjaga hubungan antarwarga dan membangun suasana keagamaan yang damai.
Karena itu, ia memandang kehadiran IGIC bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk memberikan perhatian terhadap peran para imam dalam kehidupan masyarakat.
“Para imam kampung adalah arsitek ketenangan. Mereka mendamaikan sengketa dengan hikmah, mengikat tali silaturahmi yang rapuh dengan kasih sayang dan menjadi pelabuhan bagi keluh kesah warga,” ungkapnya.
Febrianto juga mengaitkan peran imam dengan keteladanan Rasulullah SAW dalam memimpin umat. Menurutnya, kepemimpinan tidak semata-mata diukur dari jabatan atau posisi, tetapi dari kedalaman pengabdian kepada masyarakat.
Ia berharap semangat yang dibawa melalui IGIC dapat memperkuat peran imam masjid di berbagai daerah sehingga masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan dan penguatan kehidupan sosial umat.
“International Grand Imams Conference hadir untuk memastikan pelita-pelita kecil ini tetap menyala terang, menerangi jalan menuju negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, untuk merajut Indonesia Raya yang maju dan bahagia,” tandasnya. ***







