JAKARTA, SPN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia periode 24-27 Agustus 2026.
Berdasarkan analisis BMKG, kondisi cuaca laut dipicu oleh pengaruh bibit siklon tropis dan pola angin yang menguat di beberapa wilayah.
BMKG mencatat, potensi gelombang sedang antara 1,25 – 2,5 Meter berpotensi terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Nias, Bengkulu, Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Laut Natuna Utara, Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan, Laut Bali, Sumbawa, Flores, Banda, Laut Sulawesi bagian timur, Laut Maluku,
Laut Arafuru bagian utara serta Laut Seram.
Sementara gelombang tinggi hingga sangat tinggi diperkirakan terjadi di Samudra Pasifik utara Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Laut Arafuru bagian tengah dan timur.
Khusus Maluku Utara, BMKG Stasiun Sultan Babullah Ternate juga mengimbau nelayan waspada hingga 26 Agustus karena gelombang berpotensi 2-2,5 meter akibat sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik utara Papua. Kecepatan angin bahkan bisa mencapai 50 km/jam di beberapa wilayah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Meteorologi Maritim BMKG Agie Wandala Putra dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan pola angin dan peningkatan kecepatan angin menjadi pemicu utama kenaikan gelombang laut dalam tiga hari mendatang. “Pelaku pelayaran dan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diimbau agar tetap selalu waspada,” katanya.
Menurut Agie Wandala Putra, cuaca ekstrem akibat pengaruh bibit siklon tropis ini diperkirakan masih berpotensi berkembang dalam beberapa hari ke depan, sehingga kewaspadaan menjadi kunci keselamatan di laut. Masyarakat diminta terus memantau informasi cuaca maritim terkini melalui kanal resmi BMKG dan menunda aktivitas di wilayah berisiko.









