PEKALONGAN, SPN – Ribuan warga tumpah ruah di kawasan Museum Batik Pekalongan saat Kirab Batik 116 Meter digelar dalam peringatan Hari Batik Nasional 2026, Pada Sabtu, (31/11/2026).

Kirab sepanjang 116 meter ini menjadi simbol kampanye pelestarian batik sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Angka 116 dipilih sebagai akumulasi semangat 16 tahun pengakuan dunia ditambah tekad 100 tahun ke depan batik harus tetap berlayar.
Diselenggarakan Dinparbudpora Kota Pekalongan, kirab melibatkan 100 lebih pembatik dari kampung batik, komunitas, pelajar, dan tokoh. Mereka membentangkan kain raksasa bermotif Jlamprang, Buketan, dan Pesisir khas Pekalongan.
Rute kirab dari SMPN 2 hingga Museum Batik, bagian dari Kreakota 2026 di Kawasan Budaya Jetayu 1-4 Oktober lalu. Event juga diisi Pekalongan Batik Night Carnival 2026, fashion show, penghargaan perajin, dan Heritage Run.
Kepala Dinparbudpora Sabaryo Pramono menyebut ini kampanye batik sebagai living heritage yang harus dipakai generasi muda, bukan sekadar kain. Dukungan juga datang lewat Galeri Dekranasda dan sertifikasi perajin untuk naik kelas global.
Pekalongan sebagai World’s City of Batik terus berlayar, mengukuhkan posisinya sebagai kiblat batik nusantara yang mendunia.


