Pasca Gempa NTT, Identifikasi Kerusakan Irigasi Dikebut

Kementerian Pekerjaan Umum Mendata Kerusakan Jaringan Irigasi Pasca Gempa dan Segera di Perbaiki
Kementerian Pekerjaan Umum Mendata Kerusakan Jaringan Irigasi Pasca Gempa dan Segera di Perbaiki

JAKARTA, SPN – Pasca gempa di Nusa Tenggara Timur 15 Agustus lalu, Pemerintah mempetcepat proses identifikasi kerusakan infrastruktur irigasi.

Langkah percepatan ini dilakukan untuk memastikan penyaluran air ke lahan pertanian masyarakat tidak terganggu, terutama menjelang musim tanam.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan penanganan pascabencana dilakukan secara cepat dengan memprioritaskan keselamatan masyarakat serta memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera ditangani.

“Kami terus melakukan identifikasi dan penanganan terhadap infrastruktur yang terdampak gempa. Yang utama adalah memastikan keselamatan masyarakat, memenuhi kebutuhan dasar di lokasi terdampak, serta segera menyiapkan langkah penanganan agar fungsi infrastruktur dapat kembali berjalan,” kata Menteri Dody di Jakarta belum lama ini.

Menteri Dody Hanggodo menyebut, hingga 20 Agustus 2026, kerusakan pada sejumlah jaringan irigasi di wilayah NTT telah teridentifikasi di antaranya pada Daerah Irigasi (DI) Mbay Kanan Lanjutan yang mengalami kerusakan pada struktur beton bertulang bangunan bagi, saluran, talang, badan jalan inspeksi, serta rumah jaga.

Pada Daerah Irigasi Mbay Kiri Lanjutan, teridentifikasi juga kerusakan saluran tersier sepanjang 250 meter serta patahan di tiga titik dengan luas lahan terdampak sekitar 175 hektare.

Sementara pada Sub Daerah Irigasi Wae Cecu di Daerah Irigasi Wae Mantar ditemukan kerusakan saluran primer sepanjang 100 meter akibat longsor. Kerusakan akibat longsoran tebing juga ditemukan pada saluran primer sepanjang 650 meter di Sub Daerah Irigasi Wae Mau/Satarmese di Daerah Irigasi Wae Mantar.

Selain identifikasi kerusakan infrastruktur, Kementerian PU juga terus memberikan dukungan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak. Di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai telah dilakukan distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter ke posko pengungsian.

Menurut Menteri Pekerjaan Umum, jajarannya akan terus melakukan pemantauan dan identifikasi terhadap infrastruktur yang terdampak bencana sebagai dasar penanganan lebih lanjut, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi terdampak sesuai dengan kondisi lapangan.

No More Posts Available.

No more pages to load.