JAKARTA, SPN – PAM JAYA melakukan mitigasi adaptif untuk menjaga keberlangsungan layanan air kepada pelanggan menyusul penghentian sementara operasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota sejak 15 September 2026.
Direktur Operasional PAM JAYA, Syahrul Hasan, mengatakan relokasi pasokan dilakukan dari sejumlah instalasi dan sumber air lainnya untuk menjaga keseimbangan sistem distribusi sekaligus mengoptimalkan kapasitas air baku yang tersedia.
“Ini adalah bagian dari komitmen kami kepada pelanggan PAM JAYA bahwa kami tetap memberikan value yang positif terkait kondisi ini,” ujar Syahrul dalam keterangan resmi yang diterima SPN, Jumat (18/9/2026).
IPA Hutan Kota dikelola PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP). Dalam skema penyediaan air minum curah tersebut, JUP mengelola dan memproduksi air hasil pengolahan IPA Hutan Kota, sedangkan PAM JAYA berperan sebagai offtaker yang menyalurkan air kepada pelanggan.
Penghentian operasi dilakukan setelah kondisi air baku dari Kali Angke mengalami penurunan debit. Rendahnya muka air sungai juga menyebabkan intrusi air laut yang memengaruhi kualitas air baku.
Dalam kurun satu hingga dua pekan terakhir, kandungan Total Dissolved Solids (TDS) dilaporkan meningkat hingga lebih dari 10.000 ppm. Angka tersebut jauh di atas batas TDS air bersih berkualitas sebesar 300 ppm sebagaimana mengacu pada Permenkes Nomor 2 Tahun 2023.
Sebagai konsekuensi relokasi dan penyesuaian pola operasi, sejumlah wilayah akan mengalami penyesuaian layanan air sementara. PAM JAYA menyebut proses relokasi berlangsung maksimal 2×24 jam terhitung sejak 18 September 2026.
Untuk membantu pelanggan terdampak, PAM JAYA memberikan kompensasi sesuai Surat Keputusan Direksi PAM JAYA Nomor 264 Tahun 2026 tentang Pemberian Kompensasi kepada Pelanggan atas Gangguan Pelayanan PAM JAYA.
Kompensasi diberikan kepada pelanggan reguler kelas 2A1 dan 2A2 sebesar 10 persen dari nilai tagihan, dengan batas minimum Rp10 ribu dan maksimum Rp50 ribu. Total kompensasi mencapai Rp555 juta untuk 44.872 pelanggan di 10 kelurahan.
Selain itu, PAM JAYA menyiapkan 72 mobil tangki air secara gratis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di 10 kelurahan terdampak, yakni Kapuk Muara, Kamal Muara, Cengkareng Barat, Cengkareng Timur, Rawa Buaya, Kalideres, Pegadungan, Tegal Alur, Duri Kosambi, dan Kamal. Pelanggan yang membutuhkan layanan mobil tangki dapat menghubungi 1500223 selama 24 jam.
PAM JAYA juga memastikan pasokan air secara keseluruhan tetap terkelola dengan sebagian besar pasokan air baku bersumber dari Waduk Jatiluhur.
Direktur Teknik PAM JAYA, Akhmad Santika, menambahkan jika kondisi pasokan dapat dipantau secara real time melalui sistem Integrated Command Centre untuk melihat jumlah air yang didistribusikan ke seluruh DKI Jakarta.
“Jadi insyaallah yang lain aman,” kata Santika.
PAM JAYA juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam upaya rekayasa cuaca untuk mendukung peningkatan ketersediaan air baku. Penyesuaian pola operasi dan distribusi akan dilakukan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan agar keberlangsungan layanan air minum kepada masyarakat tetap terjaga. ***








