JAKARTA, SPN – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat, 6 November 2026 diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas hingga melemah tipis.
Pada penutupan perdagangan Kamis (5/11/2026), rupiah berhasil menguat kencang. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di level Rp18.082 per dolar AS, menguat 86 poin atau 0,47 persen dari penutupan sebelumnya di Rp18.168 per dolar AS.
Penguatan juga tercermin pada kurs referensi Bank Indonesia. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) tercatat Rp18.094 per dolar AS, menguat dari Rp18.140 pada Rabu.
Penguatan rupiah didorong dua sentimen utama. Dari luar negeri, dolar AS melemah setelah kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela AS, yang menekan indeks dolar ke level terendah 5 minggu. Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia solid, PDB kuartal III-2026 tumbuh 5,47 persen secara tahunan, melampaui ekspektasi pasar 5,2 persen.
Untuk hari ini, analis memproyeksikan rupiah bergerak di rentang Rp17.950 hingga Rp18.150 per dolar AS. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah di kisaran Rp18.000 – Rp18.050, sementara Ibrahim Assuaibi memprediksi fluktuatif di Rp18.080 – Rp18.130 karena aksi ambil untung.
Pelaku pasar hari ini menanti rilis data Cadangan Devisa Indonesia Oktober dan data ketenagakerjaan AS, Nonfarm Payrolls.









