JAKARTA, SPN – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Jumat 2 Oktober 2026, diprediksi lanjut melemah dan rawan menembus level psikologis Rp 18.000.
Berdasarkan data penutupan perdagangan Kamis (01/10/2026) sore, rupiah ditutup di level Rp 17.966 per USD, melemah 72 poin atau 0,40 persen dibanding sehari sebelumnya Rp 17.894.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan pada perdagangan Jumat ini rupiah akan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah di rentang Rp 17.960 – Rp 18.030 per dolar AS.
“Ruang penguatan rupiah makin terbatas,” kata Ibrahim.
Pelemahan didorong sentimen eksternal. Harga minyak dunia masih di atas 100 dolar AS per barel, dengan Brent di US$104,38, memicu kekhawatiran inflasi impor.
Dari AS, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti naik 0,2 persen pada Agustus dan belanja konsumen mencatat kenaikan tercepat dalam setahun. Hal ini menjaga yield obligasi AS tenor panjang di dekat level tertinggi dekade, sehingga dolar AS perkasa.
Dari internal, surplus neraca dagang Agustus US$3,55 miliar belum cukup menopang.
Sementara itu, Bank Indonesia mencatat JISDOR Kamis di Rp 17.877 per USD dan menahan BI Rate di 5,75 persen.
Tabel Konversi:
USD Rupiah (kurs Rp 17.966)
1 USD Rp 17.966
5 USD Rp 89.830
10 USD Rp 179.660
50 USD Rp 898.300
100 USD Rp 1.796.600.
Saran buat importir dan traveler: monitor terus kurs siang ini jelang rilis data ketenagakerjaan AS yang akan jadi penentu arah The Fed.









