JAKARTA, SPN – Nilai tukar (kurs) rupiah (IDR) kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan perdagangan Jumat, (11/09/2026).
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka melemah 38 poin atau 0,22 persen ke level Rp 17.585 per dolar AS. Sementara indeks dolar AS stabil di level 99,072.
Pelemahan ini melanjutkan tren sehari sebelumnya. Pada Kamis 10 September, rupiah ditutup melemah 36 poin atau 0,21 persen ke level Rp 17.547 per dolar AS.
Penguatan dolar AS terjadi akibat sentimen penghindaran risiko. Dolar sebagai aset safe-haven menguat seiring kekhawatiran gangguan pasokan energi di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak.
Harga minyak mentah Brent juga naik 1,2 persen menjadi US$ 108,96 per barel. Selain itu, pasar kini memperkirakan peluang sekitar 60-70 persen The Fed akan menaikkan suku bunga pekan depan.
Dari sisi domestik, lonjakan harga minyak dunia berisiko menekan keuangan negara dan membuat rupiah rentan melemah lebih dalam.
Pada pukul 09.07 WIB, BCA mematok e-rate beli dolar AS Rp 17.595 dan jual Rp 17.615. Sementara Bank Mandiri menetapkan special rate beli Rp 17.490 dan jual Rp 17.520 per dolar AS.
Analis memproyeksikan rupiah hari ini masih fluktuatif dan berpotensi ditutup melemah di rentang Rp 17.540 – Rp 17.590 per dolar AS.







